Jumat, 14 Mei 2010

tholut dan jalut

#
PART I : PROLOG

Jauh setelah wafatnya Nabi Musa dan Nabi Harun, pada mulanya Bani Isroil tetap berada di jalan yang lurus, Allah bahkan menurunkan kepada mereka nabi-nabi Nya diantara mereka untuk memerintahkan mereka tetap melakukan kebaikan dan melarang kemungkaran.

Bahkan mereka selalu menang jika ada tentara yang memerangi negeri mereka. Hal ini disebabkan karena adanya 'tabut' ato peti (yang dikisahkan berisi lembaran taurat dan tongkat Nabi Musa), yang diwariskan secara turun-temurun sejak nabi Musa. Tabut ini menjadi semacam 'jimat' bagi mereka.

Tetapi setelah kurun waktu tertentu mereka kembali kepada kekafiran dengan menyembah berhala-berhala. Dan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Nya. maka Allah pun menarik keberkahan Nya. mereka kalah dalam setiap peperangan, banyak di antara mereka yang terbunuh dan tertawan dalam jumlah besar. Mereka terusir dari negeri tempat mereka tinggal. Bahkan Tabut yang menjadi jimat mereka pun berhasil direbut oleh musuh mereka. Hingga mereka kelimpungan. Tidak ada yang hafal isi taurat kecuali sedikit di antara mereka.

Mereka tidak punya seorang raja yang memimpin, bahkan kenabian pun terputus dari mereka. Waktu itu garis keturunan nabi, datang dari keturunan keluarga Lewi, yang hampir semuanya telah terbunuh dalam peperangan, kecuali seorang wanita yang tengah mengandung. Maka mereka pun melindungi baik-baik wanita ini dengan harapan anak yang dikandungnya akan menjadi seorang nabi bagi mereka.

Dan wanita tersebut terus-menerus berdoa kepada Allah, agar yang dilahirkannya adalah seorang laki-laki. Allah pun mengabulkan do'a wanita tersebut dan lahirlah seorang laki-laki yang kemudian, diberi nama Syamuel, ato dalam bahasa Arab adalah Syam'un (yang artinya didengar, maksudnya do'anya telah didengar), ato dalam bahasa lain disebut Samson.

Sebagai catatan, nama tersebut hanya untuk diketahui saja, bukan diyakini, karena diambil dari riwayat israiliyat dan kitab perjanjian lama. Mengenai siapa nama anak tersebut sebenarnya, yang kemudian hari akan di angkat menjadi nabi, hanya Allah yang tahu.

Anak tersebut tumbuh dewasa dengan pertumbuhan fisik yang baik. Ketika usianya sudah cukup, maka Allah menganugerahi kepadanya kenabian, untuk mengajak kaum nya menyembah Allah dan mengesakanNya.

Dan ia pun memulai da'wah nya. Kemudian Bani isroil, meminta kepada beliau agar ia mengangkat seorang raja bagi mereka, untuk mempimpin mereka dan memerangi musuh-musuh mereka. Tapi sang nabi tersebut berkata kepada mereka, "Apa benar jika Allah mengangkat raja bagi kalian, kalian akan benar-benar berperang bersamanya?"

Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman dan dari anak-anak kami?"

Namun Allah Maha Mengetahui, bahwa mereka nantinya tidak akan menepati kata-katanya itu, maka lanjutan ayat itu berbunyi, "Maka ketika perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali sedikit saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."

walau begitu, Allah tetap mengabulkan keinginan mereka, dan mengangkat seorang raja bagi mereka, siapa yang kemudian mendapat amanah yang berat ini.. To be continued.. "(^^.)"
Novembar 13, 2009 u 5:37 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252

sang Nabi itu pun berkata kepada bani Isroil, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Tholut sebagai raja kalian."

Dan, sifat asli bani Isroil yang suka membangkang pun kembali muncul, salah seorang dari mereka memprotes keputusan Allah ini, "Bagaimana mungkin Tholut memerintah atas kami? Kami lebih berhak daripada dia! bahkan dia tak punya kekayaan yang banyak?"

pandangan sempit Bani Isroil bahwa menurut mereka yang pantas menjadi raja adalah sosok yang kaya, yang bergelimangan harta atau keturunan dari orang seperti itu. Padahal hal tersebut bukanlah hal yang utama dari sebuah kepemimpinan.

Memang, Tholut adalah seorang yang miskin,beliau adalah penyamak kulit biasa, tak punya harta yang cukup. namun beliau punya kelebihan yang sangat signifikan untuk diangkat menjadi seorang raja, sang Nabi itu pun menanggapi sanggahan kaumnya,

"sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas (kecerdasan) dan tubuh yang kuat. Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas pemberiannya dan Maha Mengetahui.."

ya, Tholut memiliki kecerdasan dan tubuh yang kuat dibanding bani Isroil lainnya.

lalu beliau melanjutkan, "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman."

seperti dikisahkan sebelumnya, Bani Isroil mempunyai tabut (peti) yang menjadi semacam jimat bagi mereka, mereka selalu menang dalam peperangan dengan adanya tabut itu. Hingga kemudian mereka kembali dalam kekafiran, hingga Allah menarik keberkahanNya dan Tabut ini berhasil direbut oleh musuh mereka.

Lalu apa maksudnya bahwa tabut ini "dibawa oleh malaikat"?, Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa pada kaum yang merebut tabut tersebut tiba-tiba saja terjadi wabah penyakit, dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa tabut itu lah penyebabnya. Kemudian pemuka kaum tersebut menyarankan untuk mengembalikannya kepada Bani Isroil.

Mereka pun memuatkan tabut itu dalam sebuah kereta yang ditarik dua lembu betina, dan membiarkannya pergi, kemudian Allah memerintahkan malaikat nya untuk menggiring kereta itu kepada bani Isroil, hingga kemudian sampai di tempat bani Isroil tinggal, dan yang pertama kali melihat kereta tersebut lalu mengambil Tabut tersebut adalah seorang pemuda bernama Daud.

jelaslah tanda bahwa Tholut lah yang dipilih Allah sebagai raja bagi Bani ISroil pada waktu itu. Dan para Bani Isroil pun menerima Tholut sebagai raja mereka.

Tholut pun menghimpun tentara nya dari Bani ISroil, untuk merebut kembali kekuasaan di tanah air mereka, yang saat itu diduduki oleh pasukan yang dipimpin oleh Jendral yang bertubuh luar biasa besar, menyerupai raksasa, bernama Jalut. Dan tentara mereka pun berjumlah puluhan ribu orang.

Tholut berhasil menghimpun sekitar 80,000 orang dari Bani ISroil sebagai tentaranya. Namun Allah ingin menguji dan menyeleksi keimanan dari 80,000 orang tentara tersebut dengan sebuah sungai.

Apa maksudnya..? Bersambung lagi... "(^^.)"
Novembar 16, 2009 u 6:28 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252

Di terik dan panasnya perjalanan yang di tempuh Tholut dan 80,000 tentaranya, ketika kehausan melanda dengan sangat. Tholut melihat kejauhan di depannya ada sebuah sungai dengan air yang segar. Dan Allah mengilhamkan kepadanya, yang kemudian disampaikan kepada tentaranya,

"Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kalian meminum airnya; janganlah ia mengikuti ku lagi. Dan siapa yang tidak meminumnya, kecuali menciduk dengan seciduk tangan, maka dia adalah pengikutku."

Lalu apa yang terjadi? mereka berebut meminum air dari sungai itu secara berlebihan (kalo kata anak gaul: LEBAY...), kecuali sedikit di antara mereka, bahkan dikisahkan dari 80,000 orang, hanya sekitar 4,000 orang saja yang mampu menahan hawa nafsunya dan hanya menciduk air, satu cidukan saja.. sisanya yang 76,000 bener-bener Lebay.. dan tereliminasi untuk menjadi tentara Tholut. "(^^_)"

Maha Benar Allah yang berfirman pada ayat sebelumnya (ayat 246): "Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."

Akhirnya hanya tersisa 4,000 orang yang 'lulus' ujian keimanan tersebut dan melanjutkan perjalanan bersamanya. Mereka lah orang-orang pilihan. Namun begitu, muncul sifat manusiawi dari diri mereka. Tentara Jalut yang terkenal memiliki jumlah yang banyak, hingga puluhan ribu orang membuat 4,000 orang ini sedikit gentar, mereka berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."

maksudnya, bagaimana mungkin, kami yang hanya 4,000 orang ini mampu mengalahkan tentara Jalut yang mencapai puluhan ribu orang?

Namun kemudian para 'ulama dan ahli perang yang yakin bahwa mereka berperang bukan untuk menang semata, tapi sebagai jalan untuk dapat bertemu dengan Tuhan mereka, membangkitkan motivasi mereka, dengan berkata, "Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."

Ya, kemenangan bukan ditentukan oleh kuantitas belaka, namun juga kualitas - dalam hal ini kualitas keimanan. Dan yang peling penting adalah semuanya itu terjadi atas izin Allah.

Bahkan Tholut memberi tambahan motivasi, bahwa ia akan menyerahkan kekuasaan kerajaannya dan akan menikahkan putrinya kepada tentara yang berhasil membunuh Jalut. Hingga bangkitlah semangat pasukan itu untuk kembali berperang, merebut kembali hak-hak mereka yang telah dirampas oleh Jalut dan tentaranya.

Hingga akhirnya mereka berhadap-hadapan langsung dengan tentara Jalut, yang jumlahnya sungguh banyak. Kembali muncul ketakutan dalam diri mereka, lalu mereka pun mengucapkan do'a yang sungguh luar biasa isi, arti, dan makna nya:

"Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"

apa isi, arti, dan maknanya?,, Sabar yA.. ? "(^^,)",,
Novembar 18, 2009 u 6:51 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252

"Ketika Jalut dan tentaranya telah nampak di hadapan mereka, mereka pun berdoa: "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin" (al-Baqoroh [2]: 250)

Do'a ini terdiri dari 3 kalimat:
1. "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.."

Artinya, "Tuhan Kami tuangkanlah kesabaran kepada kami",

'afrigh' artinya adalah menuangkan sesuatu kepada wadah/tempat yang hampir kosong ato kosong sama sekali..

Dan ketika muncul kegentaran dalam diri mereka, hingga hampir habis (kosong) kesabaran dalam hati dan jiwa mereka.. mereka pun meminta kepada Allah agar 'dituangkan' lagi kesabaran ke dalam hati dan jiwa mereka agar ketakutan mereka hilang dan memasrahkan semuanya hanya kepada Allah semata. Ato bisa diartikan mereka meminta kesabaran mereka disempurnakan, makanya bisa juga diartikan, "Tuhan kami, sempurnakan kepada kami kesabaran kami"..

Yup, Batas kesabaran adalah kesabaran yang berikutnya..

2. "Wa tsabbit aqdaamanaa.."

Artinya, "dan kokohkanlah pendirian kami.."

"Tsabbit", artinya teguhkan/kokohkan, "Aqdaam", secara bahasa adalah langkah kaki, tapi secara makna bisa diartikan pendirian. Kalimat do'a ini bisa juga diartikan, "dan teguhkan lah langkah kaki kami."

Agar tidak mundur di saat ini, ketika berhadapan dengan mereka, melihat mereka yang berjumlah sangat banyak, ato nanti ketika kontak fisik telah terjadi. karena termasuk salah satu yang dilarang, berbalik mundur dalam peperangan, kecuali karena siasat ato strategi perang, seperti yang disebut di surat al-Anfaal [8], ayat 15-16 (silahkan dibaca artinya).

3. "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"

dan terakhir mreka berdo'a, "Dan tolong lah kami dari kaum Kafir..",

Sesempurna apapun kesabaran mereka, sekuat apapun langkah kaki mereka untuk tidak mundur, tak ada gunanya tanpa pertolongan dari Allah, dan karenanya mereka memohon pertolongan kepada Allah, untuk membantu mereka menghadapi tentara Jalut yang kafir, dan merebut kembali hak-hak mereka.

=======

Do'a ini pun dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memang secara fisik kita tidak sedang berperang. tapi tanpa kita sadari, kita diperangi dalam pemikiran-pemikiran kita. Nilai-nilai Islam dibuat sedemikian rupa, agar dijauhi, dibenci, bahkan ditakuti oleh ummat Islam itu sendiri.
Nah, agar kita tidak menjadi pihak yang 'kalah' dalam 'perang pemikiran' ini, do'a ini sungguh layak untuk kita ucapkan setiap hari.

Ato, dalam contoh lain. Ketika kita berdo'a untuk sesuatu, belum juga dikabulkan, hingga rasanya kesabaran kita dalam berharap hampir habis, maka ucapkan, "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron..",, mohon kesabaran lagi kepadaNya..

Lalu ternyata Allah mengabulkan do'a kita itu, tapi justru kita merasa was-was hingga berkata 'apa ini yang saya inginkan?', maka ucapkan, "Wa tsabbit aqdaamanaa..",

karena was-was itu datangnya dari syaithon, dan syaithon termasuk dari 'kaum kafir', maka ucapkan juga, "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"..

=======

Kembali ke kisah... Perang pun dimulai.. 4,000 tentara Tholut berjibaku melawan puluhan ribu tentara Jalut.. Apa yang terjadi..? siapakah yang berhasil menang..?

Masih lanjut... "(^^_)>
Novembar 20, 2009 u 6:42 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252

Di tengah kecamuk perang, seorang pemuda, dari pasukan Tholut, yang bertubuh kecil (jika dibandingkan dengan Jalut), berhasil menembus pertahanan terakhir tentara Jalut. Dengan hanya bersenjatakan ketapel, ia berkali-kali melontarkan batu ke arah kepala Jalut. Hingga akhirnya rubuh lah Jalut dan tewas.

Pemuda itu bernama Daud.. Ato dalam bahasa Inggris di sebut 'David', sementara Jalut menurut lidah orang barat disebut 'Goliath'.. ya, peristiwa tersebut dikenal dengan pertarungan "David vs Goliath".. Pernah denger? ?(^^.)>

Melihat jenderal nya telah tewas, pasukan Jalut pun kocar-kacir. Mereka lari dari medan pertempuran. Hingga menanglah tentara Tholut.. Mereka berhasil merebut kembali tanah air mereka yang telah dijajah oleh tentara Jalut.

Setelah keadaan mereda, Tholut pun menepati janjinya. Ia berjanji akan menyerahkan kekuasaan dan menikan putrinya dengan tentara yang berhasil membunuh Jalut. Dan orang itu adalah Daud 'alaihis-Salam..

Daud pun menjadi raja bagi Bani Isroil, dan tak lama setelahnya Allah mengangkatnya sebagai Nabi, dan menurunkan kitab Zabur kepadanya.

Allah menutup Ayat 251 ini dengan firmanNya: "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam."

maksudnya, jika saja Allah tidak membantu tentara Tholut dalam peperangan melawan Jalut, tentu kalahlah Bani Isroil. Kemenangan yang diraih mereka adalah atas pertolongan Allah.

Dan kisah ini ditutup dengan pengukuhan kenabian Muhammad Sholallahu 'alaihi was-salam: "Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus."

ya, kisah tersebut merupakan kisah yang haq, yang benar yang pernah terjadi dan sesuai dengan isi kitab yang pernah diturunkan oleh Allah kepada Bani Isroil, sebelum mereka merusak, menambah-nambahi dan mengubah isinya.

Dan ayat tersebut diakhiri dengan penegasan, bahwa Muhammad adalah utusan Allah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar