HAKEKATE MARTABAT SANGA (SEMBILAN)
September 28, 2009
a. Kaping wolu : akarsa malih, martabat Hayan Sabitah arane,
b. Hayan iku sejatining urip, Sabitah teteping pati mangka tetep tinetepan, pati lan uripe tetep!
Bahasa Indonesia ssebagai berikut :
a. Yang ke delapan : menghendaki lagi, martabat Hayan Sabitah namanya,
b. Hayan itu ialah hidup, Sabitah ketetapan dari pati, maka saling memantapkan, hidup dan mati tetap menatapi!
Tujuan hidup yang “sebenar-benarnya” disebut dengan bahasa Arab “Hayan Sabitah” arti kata “hayan” ialah “hidup” yang bagi diri manusia, sama dengan kehidupan; dan sabitah artinya; baik, mulya, sempurna! Dengan demikian tujuan hidup ini yang paling pokok, ialah hidup senang, tentram, mulya, bahagia dan sebagainya tanpa sifat-sifat lawannya!
Dimuka telah disinggung-singgung suatu anggapan “apakah sifat wujudNYA harus manifestasinya dulu sebagai manusia?. Kalau anggapan itu benar maka sempurnalah Alam Semesta (Tuhan) mewujudkan citaNYA sebagai bentuk apa yang kita alami sekarang, kalau diingat bahwa Datwajibulwujud yang berpangkal dari kesempurnaan empat unsur tersebut sebelum keadaan ini, sudah merintis sifatNYA secara evolusi sekian juta tahun silih berganti, sifat-sifat itu tidak ada yang sesempurna sifat manusia.
Dari sifat wujudNYA yang “tidak sempurna” selanjutnya menuju kekesempurnaannya, marilah kita meninjau fa’al hidup dari beberapa serangga sebagai perumpamaan :
1. Dari telur menetas itu lahirlah seekor ulat yang berkeliaran dari satu pohon ke lain pohon, makan daun-daun untuk kelangsungan hidupnya.
2. Ia sama sekali tidak mengerti bahwa induknya adalah seekor Kupu-kupu yang cantik dan dapat terbang.
3. Selang beberapa hari si Ulat berhenti sebagai pemakan daun-daunan, kemudian ia mencari tempat yang aman untuk berlindung. Selanjutnya ia mengerutkan dirinya dengan kelamad yang keluar dari mulutnya dan nanusnya, setelah cukup kuat, ia diam seribu bahasa seolah-olah bertapa, kemudian, badannya yang tadinya gembur dan bergelang-gelang, kini menjadi kepompong tetap dalam kondisi diam sama sekali tidak bergerak!
4. Phase terahir dari “tapanya” menjadikan ia seekor Kupu seperti induknya, dan kini sempurnalah hidupnya. Tidak lagi makan daun-daunan tetapi menghisap madu yang segar dan manis itu, dan tidak lagi berjalan dengan kakinya yang 12 buah, kini dapat terbang!
Didalam hati saya bertanya : “Mungkinkah ia juga merasakan manisnya madu, mungkinkah ia merasakan senang hatinya”!? kupu-kupu itu tidak mengerti bahwa setelah bertelur lalu mati, juga ia tidak mengerti berapa lama ia harus hidup sebagai kupu-kupu? Mungkin sekali seperti kupu-kupu itu adalah fungsi daripada Hayang Sabitah; artinya sifat-sifat makhluk sepertinya dapat merasakan “rasa manis dan sebagainya” sekedar beberapa hari saja; tidak seperti manusia, ia dapat merasakan segalanya!. Timbul keyakinan bahwa : sifat dari wujudNYA bukanlah Kupu-kupu sebagai tujuanNYA, akan tetapi sifat Kupu-kupu tersebut kesempurnaannya hanya sampai disitu, ia tidak nanti berevolusi lagi menuju sifat terakhir sebagai kesempurnaan sifat hidupnya! Benarlah apa yang diucapkan Prof. A.C. Morrison, “Mungkin ada akal yang Maha Tinggi untuk mewujudkan kehendakNYA”!.
Dari proses makhluk-makhluk sendiri andai kata manusia “belum ada” sebagai manifestasiNYA maha – akal yang Tinggi itu, saya kira dunia ini hanya terisi oleh makhluk-makhluk sekian juta jenisnya itu, akalnya (nalurinya) hanya dibatasi bentuk-bentuk sifatnya. (Yang segera punah)!!
Karena itu sebagai tujuan terakhir dari sifat-sifat hidup yang membisu dan akal terbatas itu lahiriyah manusia! Manusia yang serta merta membawa segala kebutuhan-kebutuhan dari segala kemauan yang tersalur melalui bahasa dan indera-inderanya! Mungkin tepat adanya anggapan; “kehendakNYA tidak akan sampai terwujud sekaligus menuju ketujuanNYA : tanpa lebih dahulu Datwajubulwujud meleburkan kehendakNYA, sebagai manusia”!.
Suatu sanggahan misalnya, mengapa kalau harus demikian Agungnya manusia masih saja mencuri, menipu, merampok, jadi jahat dan sebagainya? Jawaban itu dapat dikembalikan, pada : sifatNYA yang secara dinamis dan panta rei bahwa adanya sifat dan watak manusia yang demikian, adalah sifat-lawanNYA sebagai keseimbangan! Dan disinilah maka tujuan hidup itu terus berkembang dan mengurangi keseluruhan sifat-sifat diats; apakah ia akan mati, berputus asa, bosan dan lain-lain sifat-sifat yang ia arungi, memang itulah tujuan hidup yang sebenarnya, menuju Hayan Sabitah!
Bagaimana bentuk serta alam Hayan Sabitah itu? Jawabannya hanya berkisar pada hati. Kita puas dan bahagia hidup dengan hasil usaha sesuai sifat lingkungan dan alam sekitar, apakah ia kuli, bakul air, atau saudagar sekalipun seharusnya merasa senang dan bahagia dengan hasil ikhtiyarnya! Banyak orang-orang mewah namun hasil daripada perbuatan yang eksesnya merugikan orang lain, bentuk korupsi, penipuan atau menghisap tenaga manusia dan lain-lain yang erat hubungannya dengan kejahatan-kejahatan!.
Kemudian, hidup yang meraka anggap senang dan puas; nafsu-nafsu mereka mungkin diselubungi adanya sifat kekurangan-kekurangan apakah dilihat dari sudut teknologi atau kesehatan, pertanian dan plitik, kesemuanya untuk mewujudkan Hayan Sabitah, kesempurnaan yang harus dicapainya apakah akan mewujudkan kendaraan ruang angkasa, pertanian-pertanian yang menghasilkan buah yang melimpah dan gemuk-gemuk, obat-obatan yang membentuk keremajaan kembali, semuanya adalah tujuan hidup menuju ke Hayan Sabitah!.
Demikian gambaran secara umum yang didasarkan kepada “kelahiran” yang aspeknya hanya mementingkan rasa; padahal tujuan yang pokok dari Hayan Sabitah adalah kesempurnaan daripada “hidup dan mati” yang seharusnya pada tingkat dan rasa yang sama!. Kalau awal kejadiannya tiada rasa apa-apa akhir kejadiannyapun seharusnya juga dapat mencapai alam yang tiada rasa (Layu Khayafu!), atau luluhnya Kawula Gusti!!.
Lanjutan dari Martabat Sanga.
c. “Sapa kang jumeneng ing Hayan Sabitah, iya Kang Maha Suci, iku Hurip kita, sadurunge ana bumi langit, trus samengkone;
d. Uripe Hayan Sabitah, iku purbaNE, rasa wisesane karsa, sempurnane otot-bayunira, lungguhe ing syulbi, hiya iku enggone Rasulullah”!!.
Bahasa Indonesia :
c. “Siapakah yang bersemayam di Hayan Sabitah, ialah Yang Maha Suci, itu Hidup kita, sebelum terjadinya bumi dan langit, terus hingga sekarang;
d. Hidupnya Hayan Sabitah, itu purbaNYA, rasa pamisesaannya kehendak, sempurnanya otot-otot dan bayumu, mukimnya di syulbi, yaitu tempatnya Rasulullah”!!.
Yang dimaksud : Dat Yang Maha Suci atau Dat Yang Menghidupi – sebelum terjadinya bumi dan langit atau kita kenal alam semesta ini sebenarnya “belum apa-apa” dan belumlah juga IA meleburkan Datnya sebagai wujud, setelah mana Dat itu mensifatkan wujudNYA, maka di sifat-sifat itulah Dat baru mempunyai tujuan, yang corakNYA terbawa oleh pengalaman hidupnya sifat-sifat tersebut!!.
Dari hasil pengalaman yang jutaan tahun inilah, maka Hidup itu pandai dan cerdas serta tangkas, hasil dari prosesnya sendiri! Diatas, pada alinea d. Terdapat kata-kata “hidupnya Hayan Sabitah itu adalah purbaNYA artinya ke-kesempurnaan yang bertolak dari rasa yang dipengaruhi oleh kehendak ialah Hayan Sabitah sebagai tujuan akhir dari hidupNYA”.
Dengan demikian corak hidup yang bagaimanapun bentuknya, adalah ber-Tujuan Satu ialah serba rasa, atau “among – rasa” yang dimaksudkan adalah hidup kita!!.
Katakanlah hidupNYA bersifat : siput, lebah, gajah dan sebagainya secara teratur, sekalipun pada sifat-sifat itu “ke Hayan Sabitahannya” terbatas; agaknya aneh sekali bahwa peranan-peranannya sifat hidup itu keseluruhannya toh bagi kepentingan manusia!!.
Suatu contoh : lembu bentina yang gemuk, selain susunya yang amat berguna bagi pertumbuhan fa’al hidup manusia, juga kulitnya, tanduknya, dagingnya, kotorannya, bulunya seluruhnya bagi kepentingan manusia, tanpa nama Hayan Sabitah masih pincang! Serangga dan margasatwa seolah-olah tidak berhak untuk hidup, namun manusialah dalam hal ini sebagai penjaga dan pemelihara demi Hayan Sabitah.
Dengan merenungkan pekerti sendiri diatas, timbullah keyakinan, bahwa wujud dari sifatNYA yang kini berakhir sebagai Manusia, sudah tiada lagi makhlik yang lebih atas lagi taraf bentuk dan sifatnya, kini “manusia Bumi” tinggal mencerdaskan otak sebagai perpaduan dan motor dari kehidupan menuju Hayan Sabitah!!.
Secara lahiriyah kita berlomba-lomba sebagai pengemban RahsaNYA, secara bathiniyah kita berlomba mengikis nafsu untuk tujuan terakhir yang akan kita hayati apakah nanti di alam pati kita beroleh layukhayafu (tujuan yang teratas), atau di alam nasut zabarut (alam Rasa), apakah di alam malakut, kita hanya berjuang untuk sekedar menyelaraskan bukan mengharuskan!!.
Kembali pada alinea d. Bernarkah rasa-rasa itu pemurbawisesaannya karsa (kehendak) atau timbulnya rasa adalah harkat dari kehendak?? Memang benar, kalau seandainya kehendak kita hanya “nrima” atau “trima apa adanya” saya kira Hayan Sabitah hanya sebagai perisai, yang sebenarnya alam semesta (Allah, Tuhan) hanya merasakan apa yang dirintis oleh kehendak, misalnya tanpa merobah susunan rasa asli, yang bersumber pada hidup hayati dan nabati manusia hanya merasakan “rasa asin” ia tidak mengerti rasa manis, gurih, pedas dan sebagainya, tanpa ber-kemauan untuk mengikuti kehendak yang ingin merasakan!.
Kodrat dan Iradat berjalan serentak demi menggalang RahsaNYA; sebenarnyalah tanpa “kodrat dan iradat” tidak nanti akan ada Tujuan Hidup mungkin Hidup tak mau hidup, lama-lama punah!!.
Terserah para wasisi sendiri untuk menilai yang lebih bebas dan tepat.
Sumber : Buku Wedaran Wirid III, Ki R.S. Yoedi Parto Yoewono.
Jumat, 14 Mei 2010
tholut dan jalut
#
PART I : PROLOG
Jauh setelah wafatnya Nabi Musa dan Nabi Harun, pada mulanya Bani Isroil tetap berada di jalan yang lurus, Allah bahkan menurunkan kepada mereka nabi-nabi Nya diantara mereka untuk memerintahkan mereka tetap melakukan kebaikan dan melarang kemungkaran.
Bahkan mereka selalu menang jika ada tentara yang memerangi negeri mereka. Hal ini disebabkan karena adanya 'tabut' ato peti (yang dikisahkan berisi lembaran taurat dan tongkat Nabi Musa), yang diwariskan secara turun-temurun sejak nabi Musa. Tabut ini menjadi semacam 'jimat' bagi mereka.
Tetapi setelah kurun waktu tertentu mereka kembali kepada kekafiran dengan menyembah berhala-berhala. Dan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Nya. maka Allah pun menarik keberkahan Nya. mereka kalah dalam setiap peperangan, banyak di antara mereka yang terbunuh dan tertawan dalam jumlah besar. Mereka terusir dari negeri tempat mereka tinggal. Bahkan Tabut yang menjadi jimat mereka pun berhasil direbut oleh musuh mereka. Hingga mereka kelimpungan. Tidak ada yang hafal isi taurat kecuali sedikit di antara mereka.
Mereka tidak punya seorang raja yang memimpin, bahkan kenabian pun terputus dari mereka. Waktu itu garis keturunan nabi, datang dari keturunan keluarga Lewi, yang hampir semuanya telah terbunuh dalam peperangan, kecuali seorang wanita yang tengah mengandung. Maka mereka pun melindungi baik-baik wanita ini dengan harapan anak yang dikandungnya akan menjadi seorang nabi bagi mereka.
Dan wanita tersebut terus-menerus berdoa kepada Allah, agar yang dilahirkannya adalah seorang laki-laki. Allah pun mengabulkan do'a wanita tersebut dan lahirlah seorang laki-laki yang kemudian, diberi nama Syamuel, ato dalam bahasa Arab adalah Syam'un (yang artinya didengar, maksudnya do'anya telah didengar), ato dalam bahasa lain disebut Samson.
Sebagai catatan, nama tersebut hanya untuk diketahui saja, bukan diyakini, karena diambil dari riwayat israiliyat dan kitab perjanjian lama. Mengenai siapa nama anak tersebut sebenarnya, yang kemudian hari akan di angkat menjadi nabi, hanya Allah yang tahu.
Anak tersebut tumbuh dewasa dengan pertumbuhan fisik yang baik. Ketika usianya sudah cukup, maka Allah menganugerahi kepadanya kenabian, untuk mengajak kaum nya menyembah Allah dan mengesakanNya.
Dan ia pun memulai da'wah nya. Kemudian Bani isroil, meminta kepada beliau agar ia mengangkat seorang raja bagi mereka, untuk mempimpin mereka dan memerangi musuh-musuh mereka. Tapi sang nabi tersebut berkata kepada mereka, "Apa benar jika Allah mengangkat raja bagi kalian, kalian akan benar-benar berperang bersamanya?"
Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman dan dari anak-anak kami?"
Namun Allah Maha Mengetahui, bahwa mereka nantinya tidak akan menepati kata-katanya itu, maka lanjutan ayat itu berbunyi, "Maka ketika perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali sedikit saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."
walau begitu, Allah tetap mengabulkan keinginan mereka, dan mengangkat seorang raja bagi mereka, siapa yang kemudian mendapat amanah yang berat ini.. To be continued.. "(^^.)"
Novembar 13, 2009 u 5:37 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
sang Nabi itu pun berkata kepada bani Isroil, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Tholut sebagai raja kalian."
Dan, sifat asli bani Isroil yang suka membangkang pun kembali muncul, salah seorang dari mereka memprotes keputusan Allah ini, "Bagaimana mungkin Tholut memerintah atas kami? Kami lebih berhak daripada dia! bahkan dia tak punya kekayaan yang banyak?"
pandangan sempit Bani Isroil bahwa menurut mereka yang pantas menjadi raja adalah sosok yang kaya, yang bergelimangan harta atau keturunan dari orang seperti itu. Padahal hal tersebut bukanlah hal yang utama dari sebuah kepemimpinan.
Memang, Tholut adalah seorang yang miskin,beliau adalah penyamak kulit biasa, tak punya harta yang cukup. namun beliau punya kelebihan yang sangat signifikan untuk diangkat menjadi seorang raja, sang Nabi itu pun menanggapi sanggahan kaumnya,
"sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas (kecerdasan) dan tubuh yang kuat. Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas pemberiannya dan Maha Mengetahui.."
ya, Tholut memiliki kecerdasan dan tubuh yang kuat dibanding bani Isroil lainnya.
lalu beliau melanjutkan, "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman."
seperti dikisahkan sebelumnya, Bani Isroil mempunyai tabut (peti) yang menjadi semacam jimat bagi mereka, mereka selalu menang dalam peperangan dengan adanya tabut itu. Hingga kemudian mereka kembali dalam kekafiran, hingga Allah menarik keberkahanNya dan Tabut ini berhasil direbut oleh musuh mereka.
Lalu apa maksudnya bahwa tabut ini "dibawa oleh malaikat"?, Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa pada kaum yang merebut tabut tersebut tiba-tiba saja terjadi wabah penyakit, dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa tabut itu lah penyebabnya. Kemudian pemuka kaum tersebut menyarankan untuk mengembalikannya kepada Bani Isroil.
Mereka pun memuatkan tabut itu dalam sebuah kereta yang ditarik dua lembu betina, dan membiarkannya pergi, kemudian Allah memerintahkan malaikat nya untuk menggiring kereta itu kepada bani Isroil, hingga kemudian sampai di tempat bani Isroil tinggal, dan yang pertama kali melihat kereta tersebut lalu mengambil Tabut tersebut adalah seorang pemuda bernama Daud.
jelaslah tanda bahwa Tholut lah yang dipilih Allah sebagai raja bagi Bani ISroil pada waktu itu. Dan para Bani Isroil pun menerima Tholut sebagai raja mereka.
Tholut pun menghimpun tentara nya dari Bani ISroil, untuk merebut kembali kekuasaan di tanah air mereka, yang saat itu diduduki oleh pasukan yang dipimpin oleh Jendral yang bertubuh luar biasa besar, menyerupai raksasa, bernama Jalut. Dan tentara mereka pun berjumlah puluhan ribu orang.
Tholut berhasil menghimpun sekitar 80,000 orang dari Bani ISroil sebagai tentaranya. Namun Allah ingin menguji dan menyeleksi keimanan dari 80,000 orang tentara tersebut dengan sebuah sungai.
Apa maksudnya..? Bersambung lagi... "(^^.)"
Novembar 16, 2009 u 6:28 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
Di terik dan panasnya perjalanan yang di tempuh Tholut dan 80,000 tentaranya, ketika kehausan melanda dengan sangat. Tholut melihat kejauhan di depannya ada sebuah sungai dengan air yang segar. Dan Allah mengilhamkan kepadanya, yang kemudian disampaikan kepada tentaranya,
"Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kalian meminum airnya; janganlah ia mengikuti ku lagi. Dan siapa yang tidak meminumnya, kecuali menciduk dengan seciduk tangan, maka dia adalah pengikutku."
Lalu apa yang terjadi? mereka berebut meminum air dari sungai itu secara berlebihan (kalo kata anak gaul: LEBAY...), kecuali sedikit di antara mereka, bahkan dikisahkan dari 80,000 orang, hanya sekitar 4,000 orang saja yang mampu menahan hawa nafsunya dan hanya menciduk air, satu cidukan saja.. sisanya yang 76,000 bener-bener Lebay.. dan tereliminasi untuk menjadi tentara Tholut. "(^^_)"
Maha Benar Allah yang berfirman pada ayat sebelumnya (ayat 246): "Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."
Akhirnya hanya tersisa 4,000 orang yang 'lulus' ujian keimanan tersebut dan melanjutkan perjalanan bersamanya. Mereka lah orang-orang pilihan. Namun begitu, muncul sifat manusiawi dari diri mereka. Tentara Jalut yang terkenal memiliki jumlah yang banyak, hingga puluhan ribu orang membuat 4,000 orang ini sedikit gentar, mereka berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."
maksudnya, bagaimana mungkin, kami yang hanya 4,000 orang ini mampu mengalahkan tentara Jalut yang mencapai puluhan ribu orang?
Namun kemudian para 'ulama dan ahli perang yang yakin bahwa mereka berperang bukan untuk menang semata, tapi sebagai jalan untuk dapat bertemu dengan Tuhan mereka, membangkitkan motivasi mereka, dengan berkata, "Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."
Ya, kemenangan bukan ditentukan oleh kuantitas belaka, namun juga kualitas - dalam hal ini kualitas keimanan. Dan yang peling penting adalah semuanya itu terjadi atas izin Allah.
Bahkan Tholut memberi tambahan motivasi, bahwa ia akan menyerahkan kekuasaan kerajaannya dan akan menikahkan putrinya kepada tentara yang berhasil membunuh Jalut. Hingga bangkitlah semangat pasukan itu untuk kembali berperang, merebut kembali hak-hak mereka yang telah dirampas oleh Jalut dan tentaranya.
Hingga akhirnya mereka berhadap-hadapan langsung dengan tentara Jalut, yang jumlahnya sungguh banyak. Kembali muncul ketakutan dalam diri mereka, lalu mereka pun mengucapkan do'a yang sungguh luar biasa isi, arti, dan makna nya:
"Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"
apa isi, arti, dan maknanya?,, Sabar yA.. ? "(^^,)",,
Novembar 18, 2009 u 6:51 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
"Ketika Jalut dan tentaranya telah nampak di hadapan mereka, mereka pun berdoa: "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin" (al-Baqoroh [2]: 250)
Do'a ini terdiri dari 3 kalimat:
1. "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.."
Artinya, "Tuhan Kami tuangkanlah kesabaran kepada kami",
'afrigh' artinya adalah menuangkan sesuatu kepada wadah/tempat yang hampir kosong ato kosong sama sekali..
Dan ketika muncul kegentaran dalam diri mereka, hingga hampir habis (kosong) kesabaran dalam hati dan jiwa mereka.. mereka pun meminta kepada Allah agar 'dituangkan' lagi kesabaran ke dalam hati dan jiwa mereka agar ketakutan mereka hilang dan memasrahkan semuanya hanya kepada Allah semata. Ato bisa diartikan mereka meminta kesabaran mereka disempurnakan, makanya bisa juga diartikan, "Tuhan kami, sempurnakan kepada kami kesabaran kami"..
Yup, Batas kesabaran adalah kesabaran yang berikutnya..
2. "Wa tsabbit aqdaamanaa.."
Artinya, "dan kokohkanlah pendirian kami.."
"Tsabbit", artinya teguhkan/kokohkan, "Aqdaam", secara bahasa adalah langkah kaki, tapi secara makna bisa diartikan pendirian. Kalimat do'a ini bisa juga diartikan, "dan teguhkan lah langkah kaki kami."
Agar tidak mundur di saat ini, ketika berhadapan dengan mereka, melihat mereka yang berjumlah sangat banyak, ato nanti ketika kontak fisik telah terjadi. karena termasuk salah satu yang dilarang, berbalik mundur dalam peperangan, kecuali karena siasat ato strategi perang, seperti yang disebut di surat al-Anfaal [8], ayat 15-16 (silahkan dibaca artinya).
3. "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"
dan terakhir mreka berdo'a, "Dan tolong lah kami dari kaum Kafir..",
Sesempurna apapun kesabaran mereka, sekuat apapun langkah kaki mereka untuk tidak mundur, tak ada gunanya tanpa pertolongan dari Allah, dan karenanya mereka memohon pertolongan kepada Allah, untuk membantu mereka menghadapi tentara Jalut yang kafir, dan merebut kembali hak-hak mereka.
=======
Do'a ini pun dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memang secara fisik kita tidak sedang berperang. tapi tanpa kita sadari, kita diperangi dalam pemikiran-pemikiran kita. Nilai-nilai Islam dibuat sedemikian rupa, agar dijauhi, dibenci, bahkan ditakuti oleh ummat Islam itu sendiri.
Nah, agar kita tidak menjadi pihak yang 'kalah' dalam 'perang pemikiran' ini, do'a ini sungguh layak untuk kita ucapkan setiap hari.
Ato, dalam contoh lain. Ketika kita berdo'a untuk sesuatu, belum juga dikabulkan, hingga rasanya kesabaran kita dalam berharap hampir habis, maka ucapkan, "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron..",, mohon kesabaran lagi kepadaNya..
Lalu ternyata Allah mengabulkan do'a kita itu, tapi justru kita merasa was-was hingga berkata 'apa ini yang saya inginkan?', maka ucapkan, "Wa tsabbit aqdaamanaa..",
karena was-was itu datangnya dari syaithon, dan syaithon termasuk dari 'kaum kafir', maka ucapkan juga, "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"..
=======
Kembali ke kisah... Perang pun dimulai.. 4,000 tentara Tholut berjibaku melawan puluhan ribu tentara Jalut.. Apa yang terjadi..? siapakah yang berhasil menang..?
Masih lanjut... "(^^_)>
Novembar 20, 2009 u 6:42 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
Di tengah kecamuk perang, seorang pemuda, dari pasukan Tholut, yang bertubuh kecil (jika dibandingkan dengan Jalut), berhasil menembus pertahanan terakhir tentara Jalut. Dengan hanya bersenjatakan ketapel, ia berkali-kali melontarkan batu ke arah kepala Jalut. Hingga akhirnya rubuh lah Jalut dan tewas.
Pemuda itu bernama Daud.. Ato dalam bahasa Inggris di sebut 'David', sementara Jalut menurut lidah orang barat disebut 'Goliath'.. ya, peristiwa tersebut dikenal dengan pertarungan "David vs Goliath".. Pernah denger? ?(^^.)>
Melihat jenderal nya telah tewas, pasukan Jalut pun kocar-kacir. Mereka lari dari medan pertempuran. Hingga menanglah tentara Tholut.. Mereka berhasil merebut kembali tanah air mereka yang telah dijajah oleh tentara Jalut.
Setelah keadaan mereda, Tholut pun menepati janjinya. Ia berjanji akan menyerahkan kekuasaan dan menikan putrinya dengan tentara yang berhasil membunuh Jalut. Dan orang itu adalah Daud 'alaihis-Salam..
Daud pun menjadi raja bagi Bani Isroil, dan tak lama setelahnya Allah mengangkatnya sebagai Nabi, dan menurunkan kitab Zabur kepadanya.
Allah menutup Ayat 251 ini dengan firmanNya: "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam."
maksudnya, jika saja Allah tidak membantu tentara Tholut dalam peperangan melawan Jalut, tentu kalahlah Bani Isroil. Kemenangan yang diraih mereka adalah atas pertolongan Allah.
Dan kisah ini ditutup dengan pengukuhan kenabian Muhammad Sholallahu 'alaihi was-salam: "Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus."
ya, kisah tersebut merupakan kisah yang haq, yang benar yang pernah terjadi dan sesuai dengan isi kitab yang pernah diturunkan oleh Allah kepada Bani Isroil, sebelum mereka merusak, menambah-nambahi dan mengubah isinya.
Dan ayat tersebut diakhiri dengan penegasan, bahwa Muhammad adalah utusan Allah..
PART I : PROLOG
Jauh setelah wafatnya Nabi Musa dan Nabi Harun, pada mulanya Bani Isroil tetap berada di jalan yang lurus, Allah bahkan menurunkan kepada mereka nabi-nabi Nya diantara mereka untuk memerintahkan mereka tetap melakukan kebaikan dan melarang kemungkaran.
Bahkan mereka selalu menang jika ada tentara yang memerangi negeri mereka. Hal ini disebabkan karena adanya 'tabut' ato peti (yang dikisahkan berisi lembaran taurat dan tongkat Nabi Musa), yang diwariskan secara turun-temurun sejak nabi Musa. Tabut ini menjadi semacam 'jimat' bagi mereka.
Tetapi setelah kurun waktu tertentu mereka kembali kepada kekafiran dengan menyembah berhala-berhala. Dan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Nya. maka Allah pun menarik keberkahan Nya. mereka kalah dalam setiap peperangan, banyak di antara mereka yang terbunuh dan tertawan dalam jumlah besar. Mereka terusir dari negeri tempat mereka tinggal. Bahkan Tabut yang menjadi jimat mereka pun berhasil direbut oleh musuh mereka. Hingga mereka kelimpungan. Tidak ada yang hafal isi taurat kecuali sedikit di antara mereka.
Mereka tidak punya seorang raja yang memimpin, bahkan kenabian pun terputus dari mereka. Waktu itu garis keturunan nabi, datang dari keturunan keluarga Lewi, yang hampir semuanya telah terbunuh dalam peperangan, kecuali seorang wanita yang tengah mengandung. Maka mereka pun melindungi baik-baik wanita ini dengan harapan anak yang dikandungnya akan menjadi seorang nabi bagi mereka.
Dan wanita tersebut terus-menerus berdoa kepada Allah, agar yang dilahirkannya adalah seorang laki-laki. Allah pun mengabulkan do'a wanita tersebut dan lahirlah seorang laki-laki yang kemudian, diberi nama Syamuel, ato dalam bahasa Arab adalah Syam'un (yang artinya didengar, maksudnya do'anya telah didengar), ato dalam bahasa lain disebut Samson.
Sebagai catatan, nama tersebut hanya untuk diketahui saja, bukan diyakini, karena diambil dari riwayat israiliyat dan kitab perjanjian lama. Mengenai siapa nama anak tersebut sebenarnya, yang kemudian hari akan di angkat menjadi nabi, hanya Allah yang tahu.
Anak tersebut tumbuh dewasa dengan pertumbuhan fisik yang baik. Ketika usianya sudah cukup, maka Allah menganugerahi kepadanya kenabian, untuk mengajak kaum nya menyembah Allah dan mengesakanNya.
Dan ia pun memulai da'wah nya. Kemudian Bani isroil, meminta kepada beliau agar ia mengangkat seorang raja bagi mereka, untuk mempimpin mereka dan memerangi musuh-musuh mereka. Tapi sang nabi tersebut berkata kepada mereka, "Apa benar jika Allah mengangkat raja bagi kalian, kalian akan benar-benar berperang bersamanya?"
Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman dan dari anak-anak kami?"
Namun Allah Maha Mengetahui, bahwa mereka nantinya tidak akan menepati kata-katanya itu, maka lanjutan ayat itu berbunyi, "Maka ketika perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali sedikit saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."
walau begitu, Allah tetap mengabulkan keinginan mereka, dan mengangkat seorang raja bagi mereka, siapa yang kemudian mendapat amanah yang berat ini.. To be continued.. "(^^.)"
Novembar 13, 2009 u 5:37 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
sang Nabi itu pun berkata kepada bani Isroil, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Tholut sebagai raja kalian."
Dan, sifat asli bani Isroil yang suka membangkang pun kembali muncul, salah seorang dari mereka memprotes keputusan Allah ini, "Bagaimana mungkin Tholut memerintah atas kami? Kami lebih berhak daripada dia! bahkan dia tak punya kekayaan yang banyak?"
pandangan sempit Bani Isroil bahwa menurut mereka yang pantas menjadi raja adalah sosok yang kaya, yang bergelimangan harta atau keturunan dari orang seperti itu. Padahal hal tersebut bukanlah hal yang utama dari sebuah kepemimpinan.
Memang, Tholut adalah seorang yang miskin,beliau adalah penyamak kulit biasa, tak punya harta yang cukup. namun beliau punya kelebihan yang sangat signifikan untuk diangkat menjadi seorang raja, sang Nabi itu pun menanggapi sanggahan kaumnya,
"sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas (kecerdasan) dan tubuh yang kuat. Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas pemberiannya dan Maha Mengetahui.."
ya, Tholut memiliki kecerdasan dan tubuh yang kuat dibanding bani Isroil lainnya.
lalu beliau melanjutkan, "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman."
seperti dikisahkan sebelumnya, Bani Isroil mempunyai tabut (peti) yang menjadi semacam jimat bagi mereka, mereka selalu menang dalam peperangan dengan adanya tabut itu. Hingga kemudian mereka kembali dalam kekafiran, hingga Allah menarik keberkahanNya dan Tabut ini berhasil direbut oleh musuh mereka.
Lalu apa maksudnya bahwa tabut ini "dibawa oleh malaikat"?, Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa pada kaum yang merebut tabut tersebut tiba-tiba saja terjadi wabah penyakit, dan mereka sampai pada kesimpulan bahwa tabut itu lah penyebabnya. Kemudian pemuka kaum tersebut menyarankan untuk mengembalikannya kepada Bani Isroil.
Mereka pun memuatkan tabut itu dalam sebuah kereta yang ditarik dua lembu betina, dan membiarkannya pergi, kemudian Allah memerintahkan malaikat nya untuk menggiring kereta itu kepada bani Isroil, hingga kemudian sampai di tempat bani Isroil tinggal, dan yang pertama kali melihat kereta tersebut lalu mengambil Tabut tersebut adalah seorang pemuda bernama Daud.
jelaslah tanda bahwa Tholut lah yang dipilih Allah sebagai raja bagi Bani ISroil pada waktu itu. Dan para Bani Isroil pun menerima Tholut sebagai raja mereka.
Tholut pun menghimpun tentara nya dari Bani ISroil, untuk merebut kembali kekuasaan di tanah air mereka, yang saat itu diduduki oleh pasukan yang dipimpin oleh Jendral yang bertubuh luar biasa besar, menyerupai raksasa, bernama Jalut. Dan tentara mereka pun berjumlah puluhan ribu orang.
Tholut berhasil menghimpun sekitar 80,000 orang dari Bani ISroil sebagai tentaranya. Namun Allah ingin menguji dan menyeleksi keimanan dari 80,000 orang tentara tersebut dengan sebuah sungai.
Apa maksudnya..? Bersambung lagi... "(^^.)"
Novembar 16, 2009 u 6:28 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
Di terik dan panasnya perjalanan yang di tempuh Tholut dan 80,000 tentaranya, ketika kehausan melanda dengan sangat. Tholut melihat kejauhan di depannya ada sebuah sungai dengan air yang segar. Dan Allah mengilhamkan kepadanya, yang kemudian disampaikan kepada tentaranya,
"Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kalian meminum airnya; janganlah ia mengikuti ku lagi. Dan siapa yang tidak meminumnya, kecuali menciduk dengan seciduk tangan, maka dia adalah pengikutku."
Lalu apa yang terjadi? mereka berebut meminum air dari sungai itu secara berlebihan (kalo kata anak gaul: LEBAY...), kecuali sedikit di antara mereka, bahkan dikisahkan dari 80,000 orang, hanya sekitar 4,000 orang saja yang mampu menahan hawa nafsunya dan hanya menciduk air, satu cidukan saja.. sisanya yang 76,000 bener-bener Lebay.. dan tereliminasi untuk menjadi tentara Tholut. "(^^_)"
Maha Benar Allah yang berfirman pada ayat sebelumnya (ayat 246): "Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zholim."
Akhirnya hanya tersisa 4,000 orang yang 'lulus' ujian keimanan tersebut dan melanjutkan perjalanan bersamanya. Mereka lah orang-orang pilihan. Namun begitu, muncul sifat manusiawi dari diri mereka. Tentara Jalut yang terkenal memiliki jumlah yang banyak, hingga puluhan ribu orang membuat 4,000 orang ini sedikit gentar, mereka berkata, "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya."
maksudnya, bagaimana mungkin, kami yang hanya 4,000 orang ini mampu mengalahkan tentara Jalut yang mencapai puluhan ribu orang?
Namun kemudian para 'ulama dan ahli perang yang yakin bahwa mereka berperang bukan untuk menang semata, tapi sebagai jalan untuk dapat bertemu dengan Tuhan mereka, membangkitkan motivasi mereka, dengan berkata, "Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar."
Ya, kemenangan bukan ditentukan oleh kuantitas belaka, namun juga kualitas - dalam hal ini kualitas keimanan. Dan yang peling penting adalah semuanya itu terjadi atas izin Allah.
Bahkan Tholut memberi tambahan motivasi, bahwa ia akan menyerahkan kekuasaan kerajaannya dan akan menikahkan putrinya kepada tentara yang berhasil membunuh Jalut. Hingga bangkitlah semangat pasukan itu untuk kembali berperang, merebut kembali hak-hak mereka yang telah dirampas oleh Jalut dan tentaranya.
Hingga akhirnya mereka berhadap-hadapan langsung dengan tentara Jalut, yang jumlahnya sungguh banyak. Kembali muncul ketakutan dalam diri mereka, lalu mereka pun mengucapkan do'a yang sungguh luar biasa isi, arti, dan makna nya:
"Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"
apa isi, arti, dan maknanya?,, Sabar yA.. ? "(^^,)",,
Novembar 18, 2009 u 6:51 prije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
"Ketika Jalut dan tentaranya telah nampak di hadapan mereka, mereka pun berdoa: "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.. Wa tsabbit aqdaamanaa, Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin" (al-Baqoroh [2]: 250)
Do'a ini terdiri dari 3 kalimat:
1. "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron.."
Artinya, "Tuhan Kami tuangkanlah kesabaran kepada kami",
'afrigh' artinya adalah menuangkan sesuatu kepada wadah/tempat yang hampir kosong ato kosong sama sekali..
Dan ketika muncul kegentaran dalam diri mereka, hingga hampir habis (kosong) kesabaran dalam hati dan jiwa mereka.. mereka pun meminta kepada Allah agar 'dituangkan' lagi kesabaran ke dalam hati dan jiwa mereka agar ketakutan mereka hilang dan memasrahkan semuanya hanya kepada Allah semata. Ato bisa diartikan mereka meminta kesabaran mereka disempurnakan, makanya bisa juga diartikan, "Tuhan kami, sempurnakan kepada kami kesabaran kami"..
Yup, Batas kesabaran adalah kesabaran yang berikutnya..
2. "Wa tsabbit aqdaamanaa.."
Artinya, "dan kokohkanlah pendirian kami.."
"Tsabbit", artinya teguhkan/kokohkan, "Aqdaam", secara bahasa adalah langkah kaki, tapi secara makna bisa diartikan pendirian. Kalimat do'a ini bisa juga diartikan, "dan teguhkan lah langkah kaki kami."
Agar tidak mundur di saat ini, ketika berhadapan dengan mereka, melihat mereka yang berjumlah sangat banyak, ato nanti ketika kontak fisik telah terjadi. karena termasuk salah satu yang dilarang, berbalik mundur dalam peperangan, kecuali karena siasat ato strategi perang, seperti yang disebut di surat al-Anfaal [8], ayat 15-16 (silahkan dibaca artinya).
3. "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"
dan terakhir mreka berdo'a, "Dan tolong lah kami dari kaum Kafir..",
Sesempurna apapun kesabaran mereka, sekuat apapun langkah kaki mereka untuk tidak mundur, tak ada gunanya tanpa pertolongan dari Allah, dan karenanya mereka memohon pertolongan kepada Allah, untuk membantu mereka menghadapi tentara Jalut yang kafir, dan merebut kembali hak-hak mereka.
=======
Do'a ini pun dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memang secara fisik kita tidak sedang berperang. tapi tanpa kita sadari, kita diperangi dalam pemikiran-pemikiran kita. Nilai-nilai Islam dibuat sedemikian rupa, agar dijauhi, dibenci, bahkan ditakuti oleh ummat Islam itu sendiri.
Nah, agar kita tidak menjadi pihak yang 'kalah' dalam 'perang pemikiran' ini, do'a ini sungguh layak untuk kita ucapkan setiap hari.
Ato, dalam contoh lain. Ketika kita berdo'a untuk sesuatu, belum juga dikabulkan, hingga rasanya kesabaran kita dalam berharap hampir habis, maka ucapkan, "Robbanaa afrigh 'alainaa shobron..",, mohon kesabaran lagi kepadaNya..
Lalu ternyata Allah mengabulkan do'a kita itu, tapi justru kita merasa was-was hingga berkata 'apa ini yang saya inginkan?', maka ucapkan, "Wa tsabbit aqdaamanaa..",
karena was-was itu datangnya dari syaithon, dan syaithon termasuk dari 'kaum kafir', maka ucapkan juga, "Wanshurnaa 'alal qoumil kafiriin"..
=======
Kembali ke kisah... Perang pun dimulai.. 4,000 tentara Tholut berjibaku melawan puluhan ribu tentara Jalut.. Apa yang terjadi..? siapakah yang berhasil menang..?
Masih lanjut... "(^^_)>
Novembar 20, 2009 u 6:42 poslije podne
#
Ricky Dari Qur-an Surat al-Baqoroh ayat 246-252
Di tengah kecamuk perang, seorang pemuda, dari pasukan Tholut, yang bertubuh kecil (jika dibandingkan dengan Jalut), berhasil menembus pertahanan terakhir tentara Jalut. Dengan hanya bersenjatakan ketapel, ia berkali-kali melontarkan batu ke arah kepala Jalut. Hingga akhirnya rubuh lah Jalut dan tewas.
Pemuda itu bernama Daud.. Ato dalam bahasa Inggris di sebut 'David', sementara Jalut menurut lidah orang barat disebut 'Goliath'.. ya, peristiwa tersebut dikenal dengan pertarungan "David vs Goliath".. Pernah denger? ?(^^.)>
Melihat jenderal nya telah tewas, pasukan Jalut pun kocar-kacir. Mereka lari dari medan pertempuran. Hingga menanglah tentara Tholut.. Mereka berhasil merebut kembali tanah air mereka yang telah dijajah oleh tentara Jalut.
Setelah keadaan mereda, Tholut pun menepati janjinya. Ia berjanji akan menyerahkan kekuasaan dan menikan putrinya dengan tentara yang berhasil membunuh Jalut. Dan orang itu adalah Daud 'alaihis-Salam..
Daud pun menjadi raja bagi Bani Isroil, dan tak lama setelahnya Allah mengangkatnya sebagai Nabi, dan menurunkan kitab Zabur kepadanya.
Allah menutup Ayat 251 ini dengan firmanNya: "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam."
maksudnya, jika saja Allah tidak membantu tentara Tholut dalam peperangan melawan Jalut, tentu kalahlah Bani Isroil. Kemenangan yang diraih mereka adalah atas pertolongan Allah.
Dan kisah ini ditutup dengan pengukuhan kenabian Muhammad Sholallahu 'alaihi was-salam: "Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus."
ya, kisah tersebut merupakan kisah yang haq, yang benar yang pernah terjadi dan sesuai dengan isi kitab yang pernah diturunkan oleh Allah kepada Bani Isroil, sebelum mereka merusak, menambah-nambahi dan mengubah isinya.
Dan ayat tersebut diakhiri dengan penegasan, bahwa Muhammad adalah utusan Allah..
Senin, 28 Desember 2009
SUKMO ROGO SEJATI DALAM KEBATINAN - TASAWUF JAWA & ISLAM
SUKMO ROGO SEJATI
DALAM KEBATINAN - TASAWUF JAWA & ISLAM
Sebenarnya Rogo sejati, sukma jati, guru sejati atau guru murshid sama saja…cuma sebutannya saja yang berbeda…..ada juga yang menyebutnya dengan Nur Muhammad yang disebut Ruh idhlafi yang merupakan Hakikat Sukma dan ini merupakan kehendak dari Dzat Yang Maha Suci.
Nur Muhammad adalah hakikat rogo sejati yang diakui keadaan Dzat dan merupakan perbuatan Atma dan menjadi Wahana dalam Alam Arwah ( Martabat 7 ) dan dari Nur Muhammad inilah yang menimbulkan Unsur-unsur Kehidupan yang menjadi Asal muasal Kehidupan.
Rogo sejati adanya pada kedalaman pribadi yang di pegang oleh Sang Pribadi…..melalui proses pengenalan diri sendiri maka muncullah cermin memalukan yang memberikan kenyataan kesadaran bahwa kotornya diri kita dan melalui proses selanjutnya maka kita bisa mulai mencari dan menemukan Sang Rogo sejati atau Adam Makna ……sama saja.
Dan dalam proses menemukan yang di butuhkan adalah totalitas Kesadaran, Keikhlasan, Ketulusan dan Kebulatan Tekad hanya untuk MencintaiNya seutuhnya ……tanpa ketakutan akan neraka atau keinginan akan sorga….yang ada hanya Dia.
Kadang ada yang menyamakan antara rogo sejati dengan saudara 4 …ini sesuatu yang berbeda walaupun asalnya memang dari perbendaharaan saudara 4 tetapi yang sudah di sempurnakan atau di tundukkan oleh Sang Penguasa Raga.
Kalo pengisian secara instant mengenai sukma sejati, mungkin ini bukan rogo sejati tetapi di sebut punden sari atau saudara 4, dan ini adalah tahap awalnya saja, karena untuk menemukan Penguasa Sukma ( rogo sejati ) melalui proses dan halangan yang cukup sulit, apalagi kalo dalam hidup kita masih sering tergoda kehendak jasad.
Dan sebetulnya bukan diisi, tetapi dibukakan pintunya melalui cakra-cakra yang berada tubuh kita sehingga bisa membangkitkan daya alam bawah sadar kita dan memungkinkan diri kita melakukan sesuatu di luar nalar.
Kenapa saya sebut sebuah perjalanan???
Karena ini semua harus kita jalani sendiri, dengan mulai dari sebuah keraguan, pencarian, penemuan, pemahaman, kesadaran dan penyatuan…..dalam sebuah cinta kasih yang tulus, dengan pengorbanan yang tak terkira untuk sampai kesana…untuk sampai ke pantai dan melihat samudera…untuk melihat dimana semua sungai bermuara ( kembali ).
Seperti Bima bertemu Dewa Ruci.
Bagaimana pertama kali kita akan dihadang oleh nafsu 4 perkara…..mula-mula sinar lutam, sinar merah, sinar kuning, sinar putih.
Berakhirnya perjalanan ….Pada zaman karamatullah kelak, waktunya maqamijabah, yakni terkabulnya segala sesuatu, segala apa yang dikehendaki terlaksana, karena lenyapnya Mutdah yang merupakan Dzat hamba, tinggallah Wajah yaitu Dzat Tuhan yang bersifat kekal.
Menuju cinta sejati …..adalah sebuah perjalanan yang penuh pengorbanan, saat hidup di kuasai rahsa maka nafsu menguasai jiwa, dan kita tidak akan mendapatkan atau menemukan apa-apa semuanya hanya semua, tidak abadi dan kekal.
Betul sekali bahwa ortu, anak istri…dan semua yang kita dengar, lihat, rasa, endus…semuanya hanyalah pinjaman dan akhirnya toh harus kembali ke asal….itulah yang dinamakan Kesadaran…
Jalan bertemu rogo sejati……adalah dengan menemukan Kesadaran dengan membersihkan jiwa, mengendalikan nafsu 4 menembus 3 cahaya akhir … pertama ; ikhlas, kedua ; rela pada hukum kepastian Allah, ketiga ; agar merasa tidak memiliki apa-apa, keempat ; harap berserah diri pada kehendak Allah Taala …. tidak ada yg menyerupainya ….kecuali anda tahu tempatnya, disinilah kadang diperlukan pembimbing…karena kadang banyak yang serupa atau menyerupai…tapi bukanlah yg sebenarnya.
Dalam Kehidupan ini faktor yang sering dilupakan kita sebagai manusia yang kadang mentang-mentang sebagai khalifah ( pemimpin ) dan merupakan Tajali ( perwujudan ) dari Sang Maha Sempurna, adalah dari mana kita ” berasal ” dan bagaimana kita ” kembali ke asal “.
Sehingga kadang kita melupakan bahwa bahwa kita terdiri dari 2 bagian…..yaitu yg bernama “Jasad” ( raga )dan “Ruh” ( jiwa )……dan dalam menempuh hidup dan kehidupan, biasanya kita lebih banyak termakan dogma dari sebuah kehidupan yang mengandalkan atau menampilkan baju dari masing-masing sehingga hakikat atau makna dari dalam bajunya jarang tersentuh.
Bagaimana Jasad atau raga itu adalah sebagai baju dari Ruh atau jiwa….jiwa menemukan raga begitu di dunia…..dahulu disana tiadalah memerlukan baju atau apapun, raga memerlukan makanan, minuman dan kebutuhan lainnya untuk bertahan di dunia, sedangkan jiwa merindukan tempatnya yang dahulu, dimana tidak memerlukan apapun di alam adam makdum…..
Bagaimana sebuah raga begitu memerlukan perjuangan untuk bertahan hidup di dunia sehingga akhirnya kadang berbenturan dengan keinginan ruh yang tidak merindukan apa-apa, tetapi ruh tanpa raga adalah bukan siapa-siapa karena Keagungan Perwujudan Dzatullah tidak akan terlihat.
Demi menjaga keseimbangan haruslah kita mempertimbangkan tentang keduanya…… bagaimana begitu kita berwujud sudah berbekal 4 nafsu inti, lawwammah, amarah, sufiah dan muthmainah, yg apabila bicara seharusnya……harusnya adalah kita harus mematikan dalam wacana mematikan nafsu 4 perkara :Mati nafsunya, setiap nafsu akan merasakan maut. Mati rohnya, maksudnya yang hilang rahsanya. Mati ilmunya, maksudnya yang mati atau yang berjurang imannya. Mati hatinya, maksudnya yang mati ucapannya dengan lisan.
Dan yang melandasi hukumnya adalah ; Jalan untuk kesempurnaan Pati itu adalah Hidayatullah yang menandakan tempat yang telah diatur, serta hakikat hidup yang berada pada manusia. Kedudukan Pati petunjuk Allah taala, selamat dalam keadaan jati maksudnya bijaksana terhadap kesempurnaan sangkan paran. Bertemunya Pati itu tawakal maksudnya berserah diri kepada Allah taala, adapun bertemunya pati itu iradat Allah. Perkara Pati perbuatan Allah maksudnya merapakan kesempurnaan Dza yang bersifat Esa.
Janganlah kita terpaku pada sebuah nama atau sebutan…..karena pasti akan menimbulkan perbedaan bahkan kekacauan dan berujung kehancuran.
Dalam khasanah jawa disebut rogo sejati dan sejatining rogo, dalam khasanah islam disebut ruh idhafi atau nur muhammad atau ruh al quds ( ruh suci ), dalam nasrani di sebut ruh kudus, dalam hindhu atma.
Dalam perjalanannya kenapa disebut guru sejati atau guru murshid…..adalah pada saat kita mencari sesuatu yang murni atau sejati, abadi…..bahwa kita harus menyadari bahwa DzatNya ada pada sifat hidup kita dan yang pantas kita jadikan guru adalah hanya itu…..bukan yang lain yang sama dengan kita yang akan menjadi tanah lagi atau bahkan dari bangsa diluar manusia.
Dalam khasanah yang berbeda keberadaan rogo sejati tidak bisa dilepaskan dari asal mula Tuhan menciptakan Ruh suci ini dalam bentuk makhluk untuk meneruskan penzhahiran yang [paling sempurna dalam peringkat Alam Ke-Tuhanan Dzat Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan menghendaki ruh itu turun ke alam fana ini di peringkat paling rendah, yaitu alam Ajsam ( alam konkret )…..yang tujuan utamanya adalah untuk memberi pelajaran kepada Ruh suci itu dan untuk mengetahui pengalamannya dalam mencari jalan kembali kepada Tuhan.
Dan dalam perjalanannya …dari tingkat yang paling tinggi sampai ke tingkat paling rendah , ruh suci menempuh berbagai alam atau peringkat….mulai dari semula turun ke peringkat Akal Semesta atau Kesatuan atau Hakikat Muhammad.
Dan Ruh suci ini dihantarkan ke tempat yang paling rendah agar ia mencari jalan ke asalnya yaitu berpadu atau berdampingan dengan Tuhan seperti ketika ia berada dalam pakaian daging, darah, dan tulang itu. Melalui hati yang ada dalam badan kasar ini, wajar bila ia menanam benih rasa kesatuan dan keesaan, dan ia akan berusaha menyuburkan rasa berpadu dan berdampingan dengan Tuhan yang menciptakannya.
Dalam bumi hati itu ruh suci menanam benih keyakinan yang telah dibekalkan kepadanya oleh Tuhan dari alam Maha Tinggi dan benih itu diharapkan menjadi pokok keyakinan yang akan menghasilkan buah-buahan yang rasanya kelak akan membawa Ruh itu kembali naik ke tingkat demi tingkat hingga sampai ke hadirat Tuhan.
Penciptaan badan agar rogo sejati ( ruh ) dapat masuk dan menetap didalamnya, dan setiap ruh mempunyai nama tersendiri, dan Tuhan menyusun ruang-ruang dalam badan dan meletakkan ruh manusia diantara daging dan darah, dan meletakkan ruh suci ditengah hati manusia suatu ruang yang indah dan halus untuk menyimpan rahasia antara Tuhan dan hambaNya.
Ruh-ruh itu berdiam diberbagai bagian anggota badan dengan tugas masing-masing. Keberadaannya seolah-olah berlaku sebagai pembeli dan penjual bermacam barang yang mendatangkan berbagai hasil. Perniagaan semacam inilah yang mendatangkan bentuk rahmat dan berkat dari Tuhan.
Seharusnya manusia mengetahui kebutuhan dalam ruhaninya masing-masing, seharusnya tidak mengubah apa yang sudah ditetapkan atau ditakdirkan Tuhan kepadanya.
Dada adalah tempat bersemayamnya ruh dalam diri setiap insan manusia, tempat yang berhubungan dengan panca indera ini bertugas mengatur segala hal yang berkaitan dengan masalah syariat…..karena dengan ini Tuhan mengatur keharmonisan alam nyata. Ruh tidak pernah mengingkari perintah Tuhan, tidak mengatakan tindakannya itu sebagai tindakannya sendiri, tetapi lebih karena ia tidak mampu bercerai dengan Tuhan.
Tuhan memberikan beberapa kelebihan bagi manusia yang memiliki ruhani yang tinggi pula ; pertama, kemampuan melihat bukti-bukti wujud keberadaan Tuhan didunia yang manifestasikan dalam sifat-sifat Tuhan, kedua…kemampuan melihat hal yang jamak dalam sesuatu yang tunggal dan sebaliknya dimata orang awam, ketiga…kemampuan melihat hakikat dibalik alam nyata dan keempat…perasaan dekat dengan Tuhan….inilah ganjaran karena keikhlasan dan ketulusan mencintaiNya dan berbuat semata-mata karena Dia.
Namun inipun masih berkaitan dengan alam kebendaan, begitu pula hal2 yang dianggap luar biasa oleh sebagian orang seperti berjalan diatas air, terbang diudara, mendengar suara2 gaib, membaca sesuatu yang berada dibenak orang lain, dll…ini masih berpijak pada kebendaan atau alam nyata.
Hendaknya dalam beramal shalih manusia tidak seperti “Pedagang” …yang selalu dalam melakukan sesuatu haruslah ada untungnya, apalagi ini dengan Tuhan.
Ruh dalam Hati
Hati adalah tempat bergeraknya ruh, dan ilmu yang mengulas tentang gerakan hati disebut ilmu thariqah. Kerjanya berkaitan dengan 4 nama Allah. Sebagaimana dengan 12 nama Dzat…4 nama ini tidak berhuruf dan tidak berbunyi, sehingga nama-nama itu tidak dapat diucapkan.
Pada setiap peringkat ( dari 4 tingkatan ) yang dilalui oleh ruh terdapat 3 buah nama yang berbeda. Dan dengan cara ini Tuhan dapat memegang hati kekasihNya yang sedang dalam perjalanan cinta menuju kepadaNya.
Ada 7 titik, yang 3 merupakan titik inti dan yang 4 adalah pendamping dan apabila diolah nantinya akan akan berhubungan dengan 9 lubang di badan kita (Babahan 9)
Cara pengolahannya ada beberapa cara ;
1. Dengan berpuasa lahir dan batin, bukan berpuasa hanya puasa lahir tapi batin juga karena lahir hanya menggembleng lahir saja (jasmani ), tetapi batin akan meggembleng lahir dan batin.
2. Meditasi, dengan pengolahan nafas secara benar dan teratur, kontinyu, karena nafas adalah tali jiwa.
3. Dengan adanya pembukaan titik melalui orang lain yang bisa membukanya…..tetapi biasanya ini kurang membuat kita lebih matang dan kurang bisa mengolahnya dengan baik nantinya….karena kendala setelah itu akan banyak.
Dalam islam, kalimat La ilaaha illallaah itu melahirkan 12 nama Allah, setiap nama tercantum pada setiap huruf yang menyusun kalimat tersebut. Dan Allah akan memeberikan nama kepada setiap huruf dalam proses kemajuan hati seseorang itu.
1. Lailaha illallaah : Tiada Ilah kecuali Allah
2. Allah : Nama Dzat
3. Huwa : Dia
4. Al-Haqq : Yang Benar
5. Al-Hayy : Yang Hidup
6. Al- Qayyum : Yang berdiri sendiri kepadaNya segala sesuatu bergantung
7. Al-Qahar : Yang Maha Berkuasa dan Perkasa
8. Al-Wahab : Yang Maha Pemberi
9. Al-Fattah : Yang Maha Pembuka
10. Al-Wahid : Yang Satu
11. Al-Ahad : Yang Maha Esa
12. As-Shamad : Sumber, puncak segala sesuatu
Hati adalah tempat bergeraknya ruh dan ruh selalu memandang ke alam ‘ Malakut’ yang identik dengan kebaikan, dan dialam ini ruh dapat melihat surga alam malakut beserta para penghuninya, cahaya, dan para malaikat yang ada didalamnya.
Dan dialam inilah ruh ruh bergerak dan melakukan percakapan-percakapan tanpa kata dan suara, dan dalam percakapan itu pikiran akan selalu berputar mencari rahasia-rahasia atau makna dalam batin.
Ruh yang bergerak akan melalui berbagai tingkatan dalam perjalanannya. Dan tempat ruh yang telah mencapai tingkatan tinggi adalah di tengah hati, yaitu Hati bagi Hati.
Yang sangat berhubungan dengan Rogo Sejati adalah bagaimana kita mengetahui dan memahami tentang “Rasa Sejati” …..bagaimana pembentukan rasa sejati adalah sebagai berikut:
Eka Kamandhanu, artinya kandungan berumur satu bulan mulai bersatunya kama laki-laki dan perempuan. Dari detik ke detik, kama tersebut menggumpal dan merajut angan-angan untuk mencipta embrio. Kama tersebut menyatu padu dalam kandungan ibu menjadi benih unggul dan keadaan benih belum begitu kelihatan besar dalam perut ibunya. Saat itu biasanya wajah ibu berseri-seri karena itu sering dinamakan Eka Padmasari artinya sari-sari bunga sedang berkumpul dalam kandungan ibu, dalam keadaan penuh kegembiraan. Pada saat ini hubungan seksual masih diperbolehkan, bahkan dimungkinkan hubungan akan semakin hangat karena kedua pasangan tengah akan menikmati anugerah Tuhan yang sebelumnya telah dinanti-nantikan. Detik keberhasilan hubungan seksual ini akan menjadi spirit hidup sebuah pasangan.
Dwi Panunggal, umur kandungan dua bulan. Pada saati ini juga boleh melakukan hubungan seks. Dalam istilah jawa disebut nyepuh ibarat seorang empu sedang membuat keris, semakin banyak nyepuh artinya menambah kekuatan magis keris, keris akan semakin ampuh. Juga hubungan seks pada waktu hamil muda akan semakin hangat dan menarik kedua pasangan, biasanya seorang wanita pada tahap ini ingin jalan-jalan pagi, ingin plesir ke tempat yang sejuk, indah dan mempesona, karena itu disebut pula dwi amratani, artinya rata kemana-mana, bepergian kemana-mana sebagai ungkapan kesenangan dan juga sambil memikirkan nama yang mungkin akan diberikan kepada anaknya kelak.
Tri Lokamaya, artinya umur benih tiga bulan kandungan, dan benih masih berada dalam alam maya. Benih belum ada roh yang ditiupkan, karena itu suasananya gondar-gandir atau gawat. Jika hubungan seks tidak hati-hati kemungkinan besar benih tadi bisa gugur dan terjadi pendarahan. Maka ada baiknya mengurangi kuantitas hubungan seks, dan menghindari percekcokan atau sering marah-marah, karena secara psikologis akan mengakibatkan benih gugur karena merasa panas, ini artinya hubungan yang harmonis dalam keluarga amat menentukan kondisi benih yang dikandungan. Pada saat ini sikap selalu bersolek diri seseorang pasangan sangat menentukan. Karena itu candra benih tiga bulan sering dinamakan trikawula busana, artinya wanita sudah berpikir masalah pakaian seperti daster, pakaian bayi, dll, hal ini memungkinkan wajah wanita akan lebih berseri-seri bagai bulan purnama dan lebih cantik jelita.
Catur Anggajati, benih berumur empat bulan mulai terbentuk organ-organ tubuh secara lengkap. Benih unggul telah berbentuk manusia. Karena itu telah menghisap sari-sari makanan melalui sang ibu, umur seperti ini juga sudah ditiupkan roh sehingga benih telah hidup, sebagai tandanya sering bergerak. Karena itu hubungan seks yang berlebihan kurang baik pada saat ini, bahkan hubungan seks atas bawah akan berbahaya bagi benih dalam kandungan. Saat ini pula benih mulai merekam denyut hidup kedua pasangan. Karenanya kedua pasangan jangan berbuat hal-hal yang tidak baik atau terjadi penyelewengan akan berbahaya bagi benih bayi tersebut. Candra benih berumur empat bulan disebut catur wanara rukem, artinya tingkah laku ibu akan seperti kera yang sedang diatas pohon rukem, dia mulai nyidam buah-buahan yang asam dengan cara lotisan dan akan sangat aneh-aneh sehingga membutuhkan kesabaran bagi pasangan, kadang kurang wajar. Ia mendapat tambahan otak, karena itu sudah punya keinginan.
Panca Yitmayajati, artinya benih berumur lima bulan, dan benar-benar telah hidup, dan hubungan seks harus dilakukan lebih hati-hati, agar memperhatikan posisi sehingga tidak merugikan benih, dan pasangan harus telah tumbuh keberanian untuk menghadapi resiko lahirnya seorang bayi nanti. Karenanya candra benih berumur lima bulan sering dinamakan panca sura panggah, ada keteguhan dan keberanian menghadapi rintangan apapun ketika pasangan hamil lima bulan, tentu saja dari aspek materi jelas memerlukan persiapan berbagai hal. Mendapatkan tambahan otot mulai bergerak perlahan-lahan.
Sad Lokajati, benih berumur enam bulan semakin besar, karena itu kedua pasangan harus lebih berhati-hati. Karena itu candra benih dinamakan sad guna weweka, artinya mulai bersikap hati-hati dalam bertindak dan bertutur kata, jika diantara pasangan ada yang berbuat kasar, mencaci maki apalagi berbuat keji akan mengakibatkan benih yang dikandung tidak baik, bahkan suami dilarang membunuh binatang karena secara insting benih sudah dapat merekam keadaan sekelilingnya. Mendapatkan tambahan tulang karena itu ia bisa naik turun, jungkir balik.
Sapta Kawasajati, umur benih tujuh bulan telah lengkap semua organ dan cipta, rasa, serta karsa, karena itu apabila ada bayi yang lahir pada umur tujuh bulanpun dimungkinkan. Dalam tradisi jawa sering dilakukan ritual mitoni dengan maksud memohon agar bayi yang akan lahir diberi kelancaran, dan pada waktu ini hubungan seks dilarang sama sekali, kalaupun dilakukan harus diperhatikan secara ekstra hati-hati ( posisi diperhatikan ). Karena candra bayi tuuh bulan adalah sapta kulilawarsa artinya seperti burung yang terguyur air hujan, merasa letih. Lelah, dan sedikit pucat, kurang bergairah dan perlu pengertian dari pasangan. Dan ia memperoleh tambahan rupa, dan mendapat tambahan Kodrat dari Allah Ta’ala sperti rambut, darah dan daging.
Astha Sabdajati, benih berumur delapan bulan biasanya siap lahir, siap menuju dunia besar setelah bertapa dalam kandungan. Bayi hampir weruh padange hawa, ingin menghirup udara dunia yang sesungguhnya. Saat ini hanya timbul sikap pasrah untuk menghadapi perang sabil. Candra bayi adalah astha sacara-cara, artinya terjadi sikap berserah diri dengan cara apapun bayi akan lahir ibunya telah siap sedia bahkan siap berkorban jiwa raga. Manakala bayi umur delapan bulan belum mapan posisinya, tentu sang ibu akan gelisah. Untuk itu ada gugon tuhon juga agar ibu dilarang makan buah yang melintang posisinya, seperti kepel, agar posisi bayi tidak melintang yang akan menyulitkan kelahiran. Calon anak sudah dapat mengoperasikan saudara yang empat, sbb;
Pertama : kakawah ( air ketuban )
Kedua : bungkus
Ketiga : ari-ari
Keempat : darah
Kakawah artinya menjadi pengasih, bungkus menjadi kekuatan, darah menjadi waliyas mati, harus diketahui bahwa Kakawah itu adalah malaikat Jibril, bungkus adalah Mikail, ari-ari adalah Malaikat Israfil, dan darah adalah malaikat Izrail.
Jibril pada kulit, Mikail pada tulang, Israfil pada otot, Izrail pada daginga khirnya selamatlah sentosa, semua itu tidak kelihatan karena Kodrat Allah.
Nawapurnajati, bayi telah mendekati detik-detik lahir, yaitu sembilan bulan, dan tentu yang tepat sembilan bulan sangat jarang. Pada saat itu memang keadaan bayi dan ibunya sangat lelah, karena itu candra suasana disebut nawa gralupa artinya keaaan sangat lemas, tak berdaya, seperti orang lapar dan dahaga. Apalagi setelah sembilan bulan sepuluh hari dengan candra khusus dasa yaksa mati, artinya seperti raksasa mati terbunuh ksatria-seorang ibu setelah melahirkan bayi. Oleh karena itu hubungan seksual sangat dilarang, paling tidak kurang lebih 40 hari seorang suami harus berpuasa.
Sembilan langkah tersebut diatas di harapkan pasangan suami istri dapat menjalankan sesirik ( prihatin ), ibarat sedang bertapa gaib. Segala tingkah laku akan menjadi cerminan hidup anakyang masih dalam kandungan. Itulah sebabnya sikap dan perilaku dijaga baik-baik dengan tujuan manembah dan karyenak tyasing sesama, maksudnya hubungan vertikal selalu harus terus menerus dan hubungan dengan sesama mahkluk agar jangan sampai berbuat diluar kewajaran. Ada empat yang dianugerahkan Allah Ta’ala dengan KodratNya ;
Pertama : Budi
Kedua : Rahsa
Ketiga : Angan-angan
Keempat : Hidup
Demikian pembelajaran singkat ini agar menjadikan tambahan wawasan kita agar lebih mengenal Diri Kita.
Terimakasih Kepada Alloh, Para Mursyid, Syekh Musa Demak, Sayyid Qutub, dan Mursyid Saya Sayyid Al Musa Al Bantani yg telah memberikan gelar di Alam keGhaiban sebagai Sayyid Muhammad Khalifatullah, & Kepada Kyai RogoJati sebagai Penutur Utama Hakekat Sukmo Sejati, dan lain sebagainya.
DALAM KEBATINAN - TASAWUF JAWA & ISLAM
Sebenarnya Rogo sejati, sukma jati, guru sejati atau guru murshid sama saja…cuma sebutannya saja yang berbeda…..ada juga yang menyebutnya dengan Nur Muhammad yang disebut Ruh idhlafi yang merupakan Hakikat Sukma dan ini merupakan kehendak dari Dzat Yang Maha Suci.
Nur Muhammad adalah hakikat rogo sejati yang diakui keadaan Dzat dan merupakan perbuatan Atma dan menjadi Wahana dalam Alam Arwah ( Martabat 7 ) dan dari Nur Muhammad inilah yang menimbulkan Unsur-unsur Kehidupan yang menjadi Asal muasal Kehidupan.
Rogo sejati adanya pada kedalaman pribadi yang di pegang oleh Sang Pribadi…..melalui proses pengenalan diri sendiri maka muncullah cermin memalukan yang memberikan kenyataan kesadaran bahwa kotornya diri kita dan melalui proses selanjutnya maka kita bisa mulai mencari dan menemukan Sang Rogo sejati atau Adam Makna ……sama saja.
Dan dalam proses menemukan yang di butuhkan adalah totalitas Kesadaran, Keikhlasan, Ketulusan dan Kebulatan Tekad hanya untuk MencintaiNya seutuhnya ……tanpa ketakutan akan neraka atau keinginan akan sorga….yang ada hanya Dia.
Kadang ada yang menyamakan antara rogo sejati dengan saudara 4 …ini sesuatu yang berbeda walaupun asalnya memang dari perbendaharaan saudara 4 tetapi yang sudah di sempurnakan atau di tundukkan oleh Sang Penguasa Raga.
Kalo pengisian secara instant mengenai sukma sejati, mungkin ini bukan rogo sejati tetapi di sebut punden sari atau saudara 4, dan ini adalah tahap awalnya saja, karena untuk menemukan Penguasa Sukma ( rogo sejati ) melalui proses dan halangan yang cukup sulit, apalagi kalo dalam hidup kita masih sering tergoda kehendak jasad.
Dan sebetulnya bukan diisi, tetapi dibukakan pintunya melalui cakra-cakra yang berada tubuh kita sehingga bisa membangkitkan daya alam bawah sadar kita dan memungkinkan diri kita melakukan sesuatu di luar nalar.
Kenapa saya sebut sebuah perjalanan???
Karena ini semua harus kita jalani sendiri, dengan mulai dari sebuah keraguan, pencarian, penemuan, pemahaman, kesadaran dan penyatuan…..dalam sebuah cinta kasih yang tulus, dengan pengorbanan yang tak terkira untuk sampai kesana…untuk sampai ke pantai dan melihat samudera…untuk melihat dimana semua sungai bermuara ( kembali ).
Seperti Bima bertemu Dewa Ruci.
Bagaimana pertama kali kita akan dihadang oleh nafsu 4 perkara…..mula-mula sinar lutam, sinar merah, sinar kuning, sinar putih.
Berakhirnya perjalanan ….Pada zaman karamatullah kelak, waktunya maqamijabah, yakni terkabulnya segala sesuatu, segala apa yang dikehendaki terlaksana, karena lenyapnya Mutdah yang merupakan Dzat hamba, tinggallah Wajah yaitu Dzat Tuhan yang bersifat kekal.
Menuju cinta sejati …..adalah sebuah perjalanan yang penuh pengorbanan, saat hidup di kuasai rahsa maka nafsu menguasai jiwa, dan kita tidak akan mendapatkan atau menemukan apa-apa semuanya hanya semua, tidak abadi dan kekal.
Betul sekali bahwa ortu, anak istri…dan semua yang kita dengar, lihat, rasa, endus…semuanya hanyalah pinjaman dan akhirnya toh harus kembali ke asal….itulah yang dinamakan Kesadaran…
Jalan bertemu rogo sejati……adalah dengan menemukan Kesadaran dengan membersihkan jiwa, mengendalikan nafsu 4 menembus 3 cahaya akhir … pertama ; ikhlas, kedua ; rela pada hukum kepastian Allah, ketiga ; agar merasa tidak memiliki apa-apa, keempat ; harap berserah diri pada kehendak Allah Taala …. tidak ada yg menyerupainya ….kecuali anda tahu tempatnya, disinilah kadang diperlukan pembimbing…karena kadang banyak yang serupa atau menyerupai…tapi bukanlah yg sebenarnya.
Dalam Kehidupan ini faktor yang sering dilupakan kita sebagai manusia yang kadang mentang-mentang sebagai khalifah ( pemimpin ) dan merupakan Tajali ( perwujudan ) dari Sang Maha Sempurna, adalah dari mana kita ” berasal ” dan bagaimana kita ” kembali ke asal “.
Sehingga kadang kita melupakan bahwa bahwa kita terdiri dari 2 bagian…..yaitu yg bernama “Jasad” ( raga )dan “Ruh” ( jiwa )……dan dalam menempuh hidup dan kehidupan, biasanya kita lebih banyak termakan dogma dari sebuah kehidupan yang mengandalkan atau menampilkan baju dari masing-masing sehingga hakikat atau makna dari dalam bajunya jarang tersentuh.
Bagaimana Jasad atau raga itu adalah sebagai baju dari Ruh atau jiwa….jiwa menemukan raga begitu di dunia…..dahulu disana tiadalah memerlukan baju atau apapun, raga memerlukan makanan, minuman dan kebutuhan lainnya untuk bertahan di dunia, sedangkan jiwa merindukan tempatnya yang dahulu, dimana tidak memerlukan apapun di alam adam makdum…..
Bagaimana sebuah raga begitu memerlukan perjuangan untuk bertahan hidup di dunia sehingga akhirnya kadang berbenturan dengan keinginan ruh yang tidak merindukan apa-apa, tetapi ruh tanpa raga adalah bukan siapa-siapa karena Keagungan Perwujudan Dzatullah tidak akan terlihat.
Demi menjaga keseimbangan haruslah kita mempertimbangkan tentang keduanya…… bagaimana begitu kita berwujud sudah berbekal 4 nafsu inti, lawwammah, amarah, sufiah dan muthmainah, yg apabila bicara seharusnya……harusnya adalah kita harus mematikan dalam wacana mematikan nafsu 4 perkara :Mati nafsunya, setiap nafsu akan merasakan maut. Mati rohnya, maksudnya yang hilang rahsanya. Mati ilmunya, maksudnya yang mati atau yang berjurang imannya. Mati hatinya, maksudnya yang mati ucapannya dengan lisan.
Dan yang melandasi hukumnya adalah ; Jalan untuk kesempurnaan Pati itu adalah Hidayatullah yang menandakan tempat yang telah diatur, serta hakikat hidup yang berada pada manusia. Kedudukan Pati petunjuk Allah taala, selamat dalam keadaan jati maksudnya bijaksana terhadap kesempurnaan sangkan paran. Bertemunya Pati itu tawakal maksudnya berserah diri kepada Allah taala, adapun bertemunya pati itu iradat Allah. Perkara Pati perbuatan Allah maksudnya merapakan kesempurnaan Dza yang bersifat Esa.
Janganlah kita terpaku pada sebuah nama atau sebutan…..karena pasti akan menimbulkan perbedaan bahkan kekacauan dan berujung kehancuran.
Dalam khasanah jawa disebut rogo sejati dan sejatining rogo, dalam khasanah islam disebut ruh idhafi atau nur muhammad atau ruh al quds ( ruh suci ), dalam nasrani di sebut ruh kudus, dalam hindhu atma.
Dalam perjalanannya kenapa disebut guru sejati atau guru murshid…..adalah pada saat kita mencari sesuatu yang murni atau sejati, abadi…..bahwa kita harus menyadari bahwa DzatNya ada pada sifat hidup kita dan yang pantas kita jadikan guru adalah hanya itu…..bukan yang lain yang sama dengan kita yang akan menjadi tanah lagi atau bahkan dari bangsa diluar manusia.
Dalam khasanah yang berbeda keberadaan rogo sejati tidak bisa dilepaskan dari asal mula Tuhan menciptakan Ruh suci ini dalam bentuk makhluk untuk meneruskan penzhahiran yang [paling sempurna dalam peringkat Alam Ke-Tuhanan Dzat Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan menghendaki ruh itu turun ke alam fana ini di peringkat paling rendah, yaitu alam Ajsam ( alam konkret )…..yang tujuan utamanya adalah untuk memberi pelajaran kepada Ruh suci itu dan untuk mengetahui pengalamannya dalam mencari jalan kembali kepada Tuhan.
Dan dalam perjalanannya …dari tingkat yang paling tinggi sampai ke tingkat paling rendah , ruh suci menempuh berbagai alam atau peringkat….mulai dari semula turun ke peringkat Akal Semesta atau Kesatuan atau Hakikat Muhammad.
Dan Ruh suci ini dihantarkan ke tempat yang paling rendah agar ia mencari jalan ke asalnya yaitu berpadu atau berdampingan dengan Tuhan seperti ketika ia berada dalam pakaian daging, darah, dan tulang itu. Melalui hati yang ada dalam badan kasar ini, wajar bila ia menanam benih rasa kesatuan dan keesaan, dan ia akan berusaha menyuburkan rasa berpadu dan berdampingan dengan Tuhan yang menciptakannya.
Dalam bumi hati itu ruh suci menanam benih keyakinan yang telah dibekalkan kepadanya oleh Tuhan dari alam Maha Tinggi dan benih itu diharapkan menjadi pokok keyakinan yang akan menghasilkan buah-buahan yang rasanya kelak akan membawa Ruh itu kembali naik ke tingkat demi tingkat hingga sampai ke hadirat Tuhan.
Penciptaan badan agar rogo sejati ( ruh ) dapat masuk dan menetap didalamnya, dan setiap ruh mempunyai nama tersendiri, dan Tuhan menyusun ruang-ruang dalam badan dan meletakkan ruh manusia diantara daging dan darah, dan meletakkan ruh suci ditengah hati manusia suatu ruang yang indah dan halus untuk menyimpan rahasia antara Tuhan dan hambaNya.
Ruh-ruh itu berdiam diberbagai bagian anggota badan dengan tugas masing-masing. Keberadaannya seolah-olah berlaku sebagai pembeli dan penjual bermacam barang yang mendatangkan berbagai hasil. Perniagaan semacam inilah yang mendatangkan bentuk rahmat dan berkat dari Tuhan.
Seharusnya manusia mengetahui kebutuhan dalam ruhaninya masing-masing, seharusnya tidak mengubah apa yang sudah ditetapkan atau ditakdirkan Tuhan kepadanya.
Dada adalah tempat bersemayamnya ruh dalam diri setiap insan manusia, tempat yang berhubungan dengan panca indera ini bertugas mengatur segala hal yang berkaitan dengan masalah syariat…..karena dengan ini Tuhan mengatur keharmonisan alam nyata. Ruh tidak pernah mengingkari perintah Tuhan, tidak mengatakan tindakannya itu sebagai tindakannya sendiri, tetapi lebih karena ia tidak mampu bercerai dengan Tuhan.
Tuhan memberikan beberapa kelebihan bagi manusia yang memiliki ruhani yang tinggi pula ; pertama, kemampuan melihat bukti-bukti wujud keberadaan Tuhan didunia yang manifestasikan dalam sifat-sifat Tuhan, kedua…kemampuan melihat hal yang jamak dalam sesuatu yang tunggal dan sebaliknya dimata orang awam, ketiga…kemampuan melihat hakikat dibalik alam nyata dan keempat…perasaan dekat dengan Tuhan….inilah ganjaran karena keikhlasan dan ketulusan mencintaiNya dan berbuat semata-mata karena Dia.
Namun inipun masih berkaitan dengan alam kebendaan, begitu pula hal2 yang dianggap luar biasa oleh sebagian orang seperti berjalan diatas air, terbang diudara, mendengar suara2 gaib, membaca sesuatu yang berada dibenak orang lain, dll…ini masih berpijak pada kebendaan atau alam nyata.
Hendaknya dalam beramal shalih manusia tidak seperti “Pedagang” …yang selalu dalam melakukan sesuatu haruslah ada untungnya, apalagi ini dengan Tuhan.
Ruh dalam Hati
Hati adalah tempat bergeraknya ruh, dan ilmu yang mengulas tentang gerakan hati disebut ilmu thariqah. Kerjanya berkaitan dengan 4 nama Allah. Sebagaimana dengan 12 nama Dzat…4 nama ini tidak berhuruf dan tidak berbunyi, sehingga nama-nama itu tidak dapat diucapkan.
Pada setiap peringkat ( dari 4 tingkatan ) yang dilalui oleh ruh terdapat 3 buah nama yang berbeda. Dan dengan cara ini Tuhan dapat memegang hati kekasihNya yang sedang dalam perjalanan cinta menuju kepadaNya.
Ada 7 titik, yang 3 merupakan titik inti dan yang 4 adalah pendamping dan apabila diolah nantinya akan akan berhubungan dengan 9 lubang di badan kita (Babahan 9)
Cara pengolahannya ada beberapa cara ;
1. Dengan berpuasa lahir dan batin, bukan berpuasa hanya puasa lahir tapi batin juga karena lahir hanya menggembleng lahir saja (jasmani ), tetapi batin akan meggembleng lahir dan batin.
2. Meditasi, dengan pengolahan nafas secara benar dan teratur, kontinyu, karena nafas adalah tali jiwa.
3. Dengan adanya pembukaan titik melalui orang lain yang bisa membukanya…..tetapi biasanya ini kurang membuat kita lebih matang dan kurang bisa mengolahnya dengan baik nantinya….karena kendala setelah itu akan banyak.
Dalam islam, kalimat La ilaaha illallaah itu melahirkan 12 nama Allah, setiap nama tercantum pada setiap huruf yang menyusun kalimat tersebut. Dan Allah akan memeberikan nama kepada setiap huruf dalam proses kemajuan hati seseorang itu.
1. Lailaha illallaah : Tiada Ilah kecuali Allah
2. Allah : Nama Dzat
3. Huwa : Dia
4. Al-Haqq : Yang Benar
5. Al-Hayy : Yang Hidup
6. Al- Qayyum : Yang berdiri sendiri kepadaNya segala sesuatu bergantung
7. Al-Qahar : Yang Maha Berkuasa dan Perkasa
8. Al-Wahab : Yang Maha Pemberi
9. Al-Fattah : Yang Maha Pembuka
10. Al-Wahid : Yang Satu
11. Al-Ahad : Yang Maha Esa
12. As-Shamad : Sumber, puncak segala sesuatu
Hati adalah tempat bergeraknya ruh dan ruh selalu memandang ke alam ‘ Malakut’ yang identik dengan kebaikan, dan dialam ini ruh dapat melihat surga alam malakut beserta para penghuninya, cahaya, dan para malaikat yang ada didalamnya.
Dan dialam inilah ruh ruh bergerak dan melakukan percakapan-percakapan tanpa kata dan suara, dan dalam percakapan itu pikiran akan selalu berputar mencari rahasia-rahasia atau makna dalam batin.
Ruh yang bergerak akan melalui berbagai tingkatan dalam perjalanannya. Dan tempat ruh yang telah mencapai tingkatan tinggi adalah di tengah hati, yaitu Hati bagi Hati.
Yang sangat berhubungan dengan Rogo Sejati adalah bagaimana kita mengetahui dan memahami tentang “Rasa Sejati” …..bagaimana pembentukan rasa sejati adalah sebagai berikut:
Eka Kamandhanu, artinya kandungan berumur satu bulan mulai bersatunya kama laki-laki dan perempuan. Dari detik ke detik, kama tersebut menggumpal dan merajut angan-angan untuk mencipta embrio. Kama tersebut menyatu padu dalam kandungan ibu menjadi benih unggul dan keadaan benih belum begitu kelihatan besar dalam perut ibunya. Saat itu biasanya wajah ibu berseri-seri karena itu sering dinamakan Eka Padmasari artinya sari-sari bunga sedang berkumpul dalam kandungan ibu, dalam keadaan penuh kegembiraan. Pada saat ini hubungan seksual masih diperbolehkan, bahkan dimungkinkan hubungan akan semakin hangat karena kedua pasangan tengah akan menikmati anugerah Tuhan yang sebelumnya telah dinanti-nantikan. Detik keberhasilan hubungan seksual ini akan menjadi spirit hidup sebuah pasangan.
Dwi Panunggal, umur kandungan dua bulan. Pada saati ini juga boleh melakukan hubungan seks. Dalam istilah jawa disebut nyepuh ibarat seorang empu sedang membuat keris, semakin banyak nyepuh artinya menambah kekuatan magis keris, keris akan semakin ampuh. Juga hubungan seks pada waktu hamil muda akan semakin hangat dan menarik kedua pasangan, biasanya seorang wanita pada tahap ini ingin jalan-jalan pagi, ingin plesir ke tempat yang sejuk, indah dan mempesona, karena itu disebut pula dwi amratani, artinya rata kemana-mana, bepergian kemana-mana sebagai ungkapan kesenangan dan juga sambil memikirkan nama yang mungkin akan diberikan kepada anaknya kelak.
Tri Lokamaya, artinya umur benih tiga bulan kandungan, dan benih masih berada dalam alam maya. Benih belum ada roh yang ditiupkan, karena itu suasananya gondar-gandir atau gawat. Jika hubungan seks tidak hati-hati kemungkinan besar benih tadi bisa gugur dan terjadi pendarahan. Maka ada baiknya mengurangi kuantitas hubungan seks, dan menghindari percekcokan atau sering marah-marah, karena secara psikologis akan mengakibatkan benih gugur karena merasa panas, ini artinya hubungan yang harmonis dalam keluarga amat menentukan kondisi benih yang dikandungan. Pada saat ini sikap selalu bersolek diri seseorang pasangan sangat menentukan. Karena itu candra benih tiga bulan sering dinamakan trikawula busana, artinya wanita sudah berpikir masalah pakaian seperti daster, pakaian bayi, dll, hal ini memungkinkan wajah wanita akan lebih berseri-seri bagai bulan purnama dan lebih cantik jelita.
Catur Anggajati, benih berumur empat bulan mulai terbentuk organ-organ tubuh secara lengkap. Benih unggul telah berbentuk manusia. Karena itu telah menghisap sari-sari makanan melalui sang ibu, umur seperti ini juga sudah ditiupkan roh sehingga benih telah hidup, sebagai tandanya sering bergerak. Karena itu hubungan seks yang berlebihan kurang baik pada saat ini, bahkan hubungan seks atas bawah akan berbahaya bagi benih dalam kandungan. Saat ini pula benih mulai merekam denyut hidup kedua pasangan. Karenanya kedua pasangan jangan berbuat hal-hal yang tidak baik atau terjadi penyelewengan akan berbahaya bagi benih bayi tersebut. Candra benih berumur empat bulan disebut catur wanara rukem, artinya tingkah laku ibu akan seperti kera yang sedang diatas pohon rukem, dia mulai nyidam buah-buahan yang asam dengan cara lotisan dan akan sangat aneh-aneh sehingga membutuhkan kesabaran bagi pasangan, kadang kurang wajar. Ia mendapat tambahan otak, karena itu sudah punya keinginan.
Panca Yitmayajati, artinya benih berumur lima bulan, dan benar-benar telah hidup, dan hubungan seks harus dilakukan lebih hati-hati, agar memperhatikan posisi sehingga tidak merugikan benih, dan pasangan harus telah tumbuh keberanian untuk menghadapi resiko lahirnya seorang bayi nanti. Karenanya candra benih berumur lima bulan sering dinamakan panca sura panggah, ada keteguhan dan keberanian menghadapi rintangan apapun ketika pasangan hamil lima bulan, tentu saja dari aspek materi jelas memerlukan persiapan berbagai hal. Mendapatkan tambahan otot mulai bergerak perlahan-lahan.
Sad Lokajati, benih berumur enam bulan semakin besar, karena itu kedua pasangan harus lebih berhati-hati. Karena itu candra benih dinamakan sad guna weweka, artinya mulai bersikap hati-hati dalam bertindak dan bertutur kata, jika diantara pasangan ada yang berbuat kasar, mencaci maki apalagi berbuat keji akan mengakibatkan benih yang dikandung tidak baik, bahkan suami dilarang membunuh binatang karena secara insting benih sudah dapat merekam keadaan sekelilingnya. Mendapatkan tambahan tulang karena itu ia bisa naik turun, jungkir balik.
Sapta Kawasajati, umur benih tujuh bulan telah lengkap semua organ dan cipta, rasa, serta karsa, karena itu apabila ada bayi yang lahir pada umur tujuh bulanpun dimungkinkan. Dalam tradisi jawa sering dilakukan ritual mitoni dengan maksud memohon agar bayi yang akan lahir diberi kelancaran, dan pada waktu ini hubungan seks dilarang sama sekali, kalaupun dilakukan harus diperhatikan secara ekstra hati-hati ( posisi diperhatikan ). Karena candra bayi tuuh bulan adalah sapta kulilawarsa artinya seperti burung yang terguyur air hujan, merasa letih. Lelah, dan sedikit pucat, kurang bergairah dan perlu pengertian dari pasangan. Dan ia memperoleh tambahan rupa, dan mendapat tambahan Kodrat dari Allah Ta’ala sperti rambut, darah dan daging.
Astha Sabdajati, benih berumur delapan bulan biasanya siap lahir, siap menuju dunia besar setelah bertapa dalam kandungan. Bayi hampir weruh padange hawa, ingin menghirup udara dunia yang sesungguhnya. Saat ini hanya timbul sikap pasrah untuk menghadapi perang sabil. Candra bayi adalah astha sacara-cara, artinya terjadi sikap berserah diri dengan cara apapun bayi akan lahir ibunya telah siap sedia bahkan siap berkorban jiwa raga. Manakala bayi umur delapan bulan belum mapan posisinya, tentu sang ibu akan gelisah. Untuk itu ada gugon tuhon juga agar ibu dilarang makan buah yang melintang posisinya, seperti kepel, agar posisi bayi tidak melintang yang akan menyulitkan kelahiran. Calon anak sudah dapat mengoperasikan saudara yang empat, sbb;
Pertama : kakawah ( air ketuban )
Kedua : bungkus
Ketiga : ari-ari
Keempat : darah
Kakawah artinya menjadi pengasih, bungkus menjadi kekuatan, darah menjadi waliyas mati, harus diketahui bahwa Kakawah itu adalah malaikat Jibril, bungkus adalah Mikail, ari-ari adalah Malaikat Israfil, dan darah adalah malaikat Izrail.
Jibril pada kulit, Mikail pada tulang, Israfil pada otot, Izrail pada daginga khirnya selamatlah sentosa, semua itu tidak kelihatan karena Kodrat Allah.
Nawapurnajati, bayi telah mendekati detik-detik lahir, yaitu sembilan bulan, dan tentu yang tepat sembilan bulan sangat jarang. Pada saat itu memang keadaan bayi dan ibunya sangat lelah, karena itu candra suasana disebut nawa gralupa artinya keaaan sangat lemas, tak berdaya, seperti orang lapar dan dahaga. Apalagi setelah sembilan bulan sepuluh hari dengan candra khusus dasa yaksa mati, artinya seperti raksasa mati terbunuh ksatria-seorang ibu setelah melahirkan bayi. Oleh karena itu hubungan seksual sangat dilarang, paling tidak kurang lebih 40 hari seorang suami harus berpuasa.
Sembilan langkah tersebut diatas di harapkan pasangan suami istri dapat menjalankan sesirik ( prihatin ), ibarat sedang bertapa gaib. Segala tingkah laku akan menjadi cerminan hidup anakyang masih dalam kandungan. Itulah sebabnya sikap dan perilaku dijaga baik-baik dengan tujuan manembah dan karyenak tyasing sesama, maksudnya hubungan vertikal selalu harus terus menerus dan hubungan dengan sesama mahkluk agar jangan sampai berbuat diluar kewajaran. Ada empat yang dianugerahkan Allah Ta’ala dengan KodratNya ;
Pertama : Budi
Kedua : Rahsa
Ketiga : Angan-angan
Keempat : Hidup
Demikian pembelajaran singkat ini agar menjadikan tambahan wawasan kita agar lebih mengenal Diri Kita.
Terimakasih Kepada Alloh, Para Mursyid, Syekh Musa Demak, Sayyid Qutub, dan Mursyid Saya Sayyid Al Musa Al Bantani yg telah memberikan gelar di Alam keGhaiban sebagai Sayyid Muhammad Khalifatullah, & Kepada Kyai RogoJati sebagai Penutur Utama Hakekat Sukmo Sejati, dan lain sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)