Jumat, 20 November 2009

At the Feet of the Master"

Demikianlah Guru Suci-Nya adalah kakak-kelas manusia, yaitu Adept Inisiasi ke 5, Asekha yang berkenan menerima murid.

Ada sekitar 60 Guru Suci yang membimbing evolusi di planet Bumi. Lebih tinggi daripada Guru Suci ini adalah Mereka yang berada di:

Inisiasi 6: Chohan;

Inisiasi 7: MahaChohan, Bodhisattva, Manu;

Inisiasi 8: Buddha;

Inisiasi 9: Lord Dunia;

Inisiasi 10: Pengawas Hening,

Logos Planetaris, dst.

semuanya ini dipimpin dan dibimbing oleh Logos Tata-Surya.

Logos Tata-Surya adalah Monad percikan-Illahiah yang evolusinya lebih maju satu siklus (lebih dari beberapa ratus bilyun tahun) Maha-Emanasi dan Maha-Kiamat terhadap Monad kita masing-masing.

4.A. Jalur-Pancar, dan Jalur-Pantul, serta Jalan-Lintas (percepatan laju di sepanjang Jalur-Pantul)

Tadi telah dibahas mengenai:

***Jalur-Pancar (= Jalur-Pantul, berkebalikan arahnya)

Jalur-pancar= Emanasi, ini menuju Involusi yaitu dari yang Illahiah menuju ke yang Jasmaniah.

Ini dijalani oleh Monad dari pusat masing-masing di dalam Tuhan menuju ke medan-evolusi, Alam-Semesta yang juga di dalam Tuhan.

Ini dilambangkan sebagai Monad bergerak melaju satu titik demi satu titik berikutnya di sepanjang jalur-pancarnya (=jalur-pantulnya, berkebalikan arahnya) sendiri, dari Sumber-Cahaya di pusat bola-cermin menuju dinding bola-cermin (melambangkan Alam-Semesta).

***Jalur-Pantul (= Jalur-Pancar, berkebalikan arahnya)

Jalur-pantul= Evolusi, proses pembentangan potensi Illahiah, melalui menarik-pelajaran dan menarik sari-pengalaman hidup:

· di Alam-Semesta Yang Tidak-Bermanifestasi, dan

· di Alam-Semesta Yang-Termanifestasi (dengan 7 alam Manifestasinya, yaitu dari yang terhalus (alam-alam yang lebih-halus saling menembusi alam-alam yang lebih-kasar):

alam 1.Illahiah.

alam 2.Monadiah,

alam 3.Rohaniah,

alam 4.Intuisional,

alam 5.Mental,

alam 6.Astral,

alam 7.Jasmaniah,

Ini dilambangkan sebagai Monad bergerak melaju satu titik demi satu titik berikutnya di sepanjang jalur-pantulnya (=jalur-pancarnya, berkebalikan arahnya) sendiri dari dinding bola-cermin (melambangkan Alam-Semesta) menuju Sumber-Cahaya di pusat bola-cermin (melambangkan Sang Illahi).

Jalan-Lintas adalah bukan Jalur-Pantul

Jalan-Lintas adalah:

· bukan Jalur-Pantul (melambangkan Evolusi) kembali ke Pusat masing-masing di dalam Tuhan, melainkan

· percepatan laju gerak Monad dari satu titik demi satu titik berikutnya di sepanjang jalur-pantulnya tersebut.

4.C. “At the Feet of the Master”, Etika Kehidupan di Masa-Percobaan

Sejumlah Adept (bukan Manusia lagi, kakak-kelas manusia, sebagaimana siswa SMP adalah bukan siswa SD lagi) pada tingkatan Inisiasi 5, Asekha, berkenan menerima murid untuk Pelayanan bagi Evolusi, dan Mereka disebut Para Guru Suci.

Pelayanan bagi Evolusi mensyaratkan bagi siapapun kandidat peminatnya, suatu kehidupan yang:

· tulus-murni,

· berkecerdasan-tinggi,

· berkearifan-halus

· tanpa pamrih,

· melupakan diri sendiri,

· tidak meminta apapun, dan

· berpelayanan demi Tuhan belaka dan bukan demi diri sendiri.



Banyak kandidat peminatnya yang gagal, dan agar kandidat peminatnya sendiri tidak membuang-buang waktu, maka bagi para kandidat disediakan Etika Kehidupan di Masa-Percobaan yang antara lain diringkaskan di dalam buku “At the Feet of the Master” tersebut.

Pendekatan terhadap Etika Kehidupan tersebut adalah sebagai berikut:

1

KASIH, ini adalah ekspresi dari fakta bahwa HIDUP adalah TUNGGAL,

<>1A.

karena kita semua bersumber dari Satu-SatuNya Tuhan Yang Mengatasi Bilangan;

<>1B.

karena kita semua (Mineral, tanaman, Binatang, Manusia, Iblis, Malaikat, Adept, Logos, Alam Semesta) berbagi Hidup Yang Sama yaitu Hidup Tunggal dari Satu-SatuNya Tuhan ITU Sendiri, semuanya bersaudara secara illahiah, secara universal.

<>2.

Para kandidat masing-masing harus dapat memilah-milah:

- antara yang pengabdian/ pelayanan terhadap yang mementingkan diri sendiri

- antara yang benar terhadap yang salah

- antara yang bajik terhadap yang keji

- antara yang sejati terhadap yang tidak sejati

- antara yang menuju Cahaya terhadap yang menuju Kegelapan

- antara yang perasaan= keinginan terhadap yang kehendak Roh

- antara yang hasrat nafsu inderawi terhadap inspirasi Intuisional/ Rohaniah

- antara yang bodoh terhadap yang cerdas dan bermanfaat bagi semua.

- antara yang menjadi tuan bagi diri sendiri terhadap yang menjadi budak bagi hasrat fana diri sendiri

Di dalam buku “At the Feet of the Master” Krishnamurti menuliskan terdapatnya Empat Kwalifikasi untuk memasuki bagi Jalan-Lintas, yaitu ringkasannya sbb.:

I. Pemilah-Milahan, II. Tiadanya Keinginan,

III. Tingkah-Laku Yang Baik IV. Kasih

I. Pemilah-Milahan

antara yang sejati dan yang tidak-sejati,

antara yang benar dan yang salah,

antara yang penting dan yang tidak penting,

antara yang berguna dan yang tidak berguna, antara kebenaran dan kekeliruan, antara yang mementingkan diri sendiri dan yang tidak-mementingkan diri sendiri.

Dia yang hendak berjalan di Jalan-Lintas, harus belajar berpemikiran bagi dirinya sendiri, karena takhyul adalah: satu di antara kejahatan-kejahatan yang terbesar di dunia, satu di antara rintangan-rintangan yang engkau-sendiri harus sepenuhnya membebaskan dirimu sama-sekali. Harus: tidak ada cobaan apapun, tidak ada kesenangan-kesenangan duniawi apapun, bahkan tidak ada rasa sayang duniawi apapun, yang akan pernah menepikan dirimu. Karena: engkau sendiri harus menjadi tunggal dengan Jalan-Lintas; Jalan-Lintas harus sedemikian banyak menjadi bagian dari kealamian dirimu, sehingga: engkau mengikuti Jalan-Lintas tanpa perlu memikirkannya lagi, dan engkau tidak dapat menepikan dirimu. Engkau, Sang Monad, telah membuat keputusan mengenai hal ini; maka memisahkan-diri dari hal ini akan berarti memisahkan-diri dari dirimu sendiri. Katakan kepada dirimu sendiri: “Apa yang manusia telah laksanakan, manusia dapat melaksanakannya. Aku adalah seorang manusia, lagi pula Sang Illahi di dalam manusia; Aku dapat melaksanakan hal ini, dan aku menghendakinya”. Karena kehendakmu harus menjadi bagaikan baja-tempa, jika engkau akan menjalani Jalan-Lintas. Jika engkau benar-benar berkeinginan untuk memasuki Jalan-Lintas, maka engkau harus memikirkan: konsekwensi-konsekwensi dari apa yang engkau lakukan, jika tidak begitu maka engkau akan bersalah atas kekejaman mengenai tiadanya pemikiran. Ia yang berada di Jalan-Lintas bereksistensi bukan bagi dirinya sendiri, melainkan bagi makhluk-makhluk lain; ia telah melupakan dirinya sendiri, guna ia bisa melayani mereka.

Engkau masih harus berpemilah-milahan dalam cara lain. Belajarlah untuk memperbedakan dengan jernih Sang Illahi yang ada: di dalam setiap orang, dan di dalam setiap apapun, tidak menjadi persoalan betapapun jahatnya dia atau sesuatu tersebut tampak di permukaan.

Engkau dapat membantu saudaramu melalui: hal yang engkau mempunyainya bersama-sama dengan dia, dan hal itu adalah: Hidup Illahiah; pelajarilah bagaimana membangkitkan hidup Illahiah tersebut di dalam dirinya, pelajarilah bagaimana menghimbau hidup Illahiah tersebut di dalam dirinya; dengan demikian engkau akan menyelamatkan saudaramu dari kesalahan.

II. Tiadanya Keinginan

...... Dengan demikian: engkau harus melakukan hal yang benar demi kebenaran itu sendiri, dan bukan demi mengharapkan imbalannya; engkau harus bekerja demi pekerjaan itu sendiri, dan bukan demi berharap melihat hasilnya.engkau harus memberikan dirimu sendiri ke pelayanan dunia karena: engkau mengasihi pelayanan dunia, dan tidak-bisa-lain daripada memberikan dirimu sendiri ke pelayanan dunia.

.......Jangan sekali-kali berhasrat menonjolkan diri, ataupun terlihat pandai. jangan mempunyai keinginan untuk berbicara; Adalah baik berbicara sedikit saja; tetapi masih lebih baik tidak mengatakan apapun, kecuali jika engkau benar-benar merasa pasti bahwa: yang engkau sungguh-sungguh ingin ucapkan adalah: benar, bersifat baik-budi, dan bersifat membantu. Sebelum berbicara, pikirkanlah dengan berhati-hati apakah yang akan engkau ucapkan itu mempunyai ketiga kwalitas tersebut; jika tidak, maka jangan mengucapkannya.

Degan demikian, satu pernyataan bagi kwalifikasi-kwalifikasi tersebut adalah: mengetahui, memberanikan diri, menghendaki, dan diam; dan yang terakhir dari yang empat ini adalah yang paling sulit dari empat-empatnya

Jika engkau melihat satu kasus kekejaman kepada: seorang kanak-kanak, ataupun seekor binatang, maka adalah kewajibanmu untuk ikut-campur.

Jika engkau diserahi tanggung-jawab akan orang lain guna mengajarinya, maka hal ini bisa menjadi kewajibanmu untuk dengan lembut-hati menceritakan kepadanya mengenai kesalahan-kesalahan perilakunya.

III. Tingkah-Laku Yang Baik

- Kontrol-Diri terhadap Sang Batin .

- Kontrol-Diri dalam Tindakan.

- Toleransi.

- Keceriaan.

- Pemusatan-Perhatian.

- Kepastian-Diri.

Engkau harus: menanggung karmamu dengan ceria, apapun karmamu mungkin adanya, menjalani karmamu sebagai suatu kehormatan bahwa penderitaan datang kepadamu, karena itu menunjukkan bahwa para Lord Karma berpemikiran bahwa engkau bernilai untuk dibantu. Betapapun beratnya menanggung karmamu adanya, bersyukurlah bahwa itu tidak lebih buruk. Ingatlah bahwa engkau hanya sedikit berkegunaan kepada Sang Guru Suci hingga karma jahatmu telah selesai tuntas engkau jalani, dan engkau bebas.

Melalui menawarkan dirimu sendiri kepada Sang Guru Suci: engkau telah meminta bahwa: karmamu bisa dipercepat, dan dengan demikian, kini dalam satu atau dua kehidupan: engkau selesai menjalani karmamu, yang jika dengan cara lain, mungkin karmamu telah tersebar di seratus kehidupan. Tetapi guna membuat yang terbaik dalam engkau tuntas menjalani karmamu itu, engkau harus menanggung karmamu dengan ceria, dengan gembira.

Masih ada satu hal lainnya. Engkau harus melepaskan seluruh perasaan memiliki. Karma bisa mengambil dari engkau: hal-hal yang engkau paling sukai, bahkan orang – orang yang paling engkau cintai Bahkan demikian, engkau harus: ceria, siap berpisah dengan hal apapun, dan setiap hal.

Seringkali Sang Guru Suci perlu menuangkan kekuatanNya bagi orang lain melalui pembantuNya; Dia tidak bisa melakukan itu jika sang pembantu menyerah kepada rasa-tertekan.

Oleh karena itu keceriaan harus menjadi aturan perilaku.



IV. Kasih.

Dari semua kwalifikasi tadi, kasih adalah yang paling penting, karena: jika kasih telah cukup kuat di dalam seorang manusia, maka kasih dengan kuat mendorong manusia tersebut untuk memenuhi semua kwalifikasi lainnya, dan semua kwalifikasi lainnya, tanpa kasih, akan tidak pernah mencukupi.

Endorsed to Students and Aspirants of Krishnamurti and Theosophy Teachings

by Ir. Ardi Wibowo, Visite Speaker

<>Sudah kutuliskan semua yang penting dari “Truth Is A Pathless Land” dan “At the Feet of the Master”.

Jika siapapun menganggap bahwa “At the Feet of the Master” adalah jelek dan harus dibuang, maka buanglah, tidak apa-apa, hanya saja makna esoterisnya tidak terungkap dan keintanannya tidak pernah memasuki kesadaran dari siapapun yang membuangnya.

Ardi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar